oleh

Air Sumur Tercemar, Ratusan Ikan di Anak Petai Prabumulih Mati

PRABUMULIH – Belasan warga RT 03 RW 02 Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara, kota Prabumulih mengeluhkan pencemaran lingkungan yang disebabkan limbah, diduga berasal dari salah satu perusahaan swasta tak jauh dari tempat itu.

Akibatnya, sumur warga tak bisa digunakan untuk makan dan memasak hingga banyak ikan yang mati.

Abas mengaku susah karena kolamnya tercemar. “Saro kalau cak ini kami pak, mati galo iwak, ilang mato pencarian aku,” keluhnya, Senin (20/4).

Senada juga disampaikan Dartin, dia mengaku pencemaran lingkungan itu bermula ketika pihak perusahaan membersihkan tangki penampungan chemical menggunakan cairan chemical.

Diduga itu dilakukan untuk membuang karat-karat yang menempel. “Aku lihat nian mereka nyemprot tangki itu pakai chemical, banyak busanyo terus ngalir ke lingkungan,” ceritanya. Dia juga mengaku sudah melaporkan hal itu ke aparat setempat.

Terpisah, Ketua Pemuda Pancasila PAC Prabumulih Utara, Richard Fernando mengaku mendapat laporan dari warga dan minta bantuan di mediasi terkait masalah pencemaran ini.

Pihaknya pun memgaku sudah mendatangi perusahaan dan perusahaan mengakui jika memang ada pencuciam tangki yang menyebabkan pencemaran. “Pihak perusahaan juga bersedia melakukan ganti rugi atas kelalaian dari para pegawai,” sebutnya.

Kendati demikian, upaya ganti rugi dari pihak perusahaan malah melakukan tawar-menawar dan hingga saat ini belum ada kejelasan. “Padahal warga meminta apa yang menjadi hak mereka dirugikan agar diganti,” bebernya.

Disinggung apakah hal itu telah disampaikan ke BLH Pemkot Prabumulih? Richard mengaku telah menyampaikan permasalahan tersebut kepada pihak BLH Pemkot Prabumulih. “BLH telah kita datangi bersama warga, kata mereka besok (hari ini-red) baru akan turun ke lapangan lagi,” tukasnya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya