oleh

Air Sungai Masih Layak Pakai

BATURAJA TIMUR – Menyusutnya debit air sungai ogan serta berubahnya warna air selama kemarau mengundang kekhawatiran penggunanya. Di samping itu banyaknya sampai di sungai ogan, menambah kecemasan tersendiri. Apakah air sungai masih layak digunakan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKU, Slamet Riyadi melalui Kasi  Pencemaran ingkungan RA Feni Purnamasari dibincangi menyebutkan,  kondisi air sungai ogan saat ini masih layak digunakan.
Hal ini berdasarkan pemeriksaan air sungai pada semester pertama 2018. “Hasil pemeriksaan April lalu kondisi air sungai masih layak. Di bawah baku mutu semua. Jadi masih aman digunakan, ” katanya.
Dilanjutkan Feni pengujian kualitas air sungai ogan dengan mengirim sampelnl air yang diambil dari tiga titik. Yakni, bagian hulu sungai, tengah sungai dan hilir sungai. Hulu sungai sambung Feni, sampel diambil di sungai desa Pusar, pada bagian tengah air diambil di bawah jembatan ogan I, dan hilir sungai diambil dari aliran sungai desa Terusan.
“November akan diambil sampel untuk diuji di Laboratorium DLH di Palembang. Pengujian kualitas air dilakukan dua kali dalam setahun, ” sambungnya.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Slamet Riadi menambahkan, untuk mandi dan cuci air sungai masih layak. Tapi untuk masak dan minum, dirinya menyarankan menggunakan air kemasan. “Air kemasan sudah melalui proses. Sebaiknya air sungai cukup untuk mandi dan mencuci saja, ” tambahnya.
Zay pengguna air sungai Ogan mengaku khawatir dengan kondisi air sungai saat ini. Karena semakin kecil debit air, sampah makin banyak bermunculan. Selain itu warna air berubah sedikit kehijauan.
Selama ini untuk kesehariannya dia dan keluarganya bergantung pada ketersediaan air sungai. “Khawatir air sungai terpapar zat bahaya. Karena warna air sedikit kehijauan. Ditambah lagi sampah sungai yang masih banyak, ” ujar Zai warga Cemara.
Menurut dia, meski di OKU tidak ada limbah industri yang dibuang ke sungai seperti di Jakarta. Namun banyaknya limbah sampah rumah tangga membuatnya cemas.
“Untuk minum kami beli air kemasan. Banyu sungai cuma untuk mandi, mencuci dan persediaan di rumah kalau malam mau buang air kecil, ” tandasnya. (Stf)

Komentar

Berita Lainnya