oleh

Ajak Gen Milenial Optimis Hadapi Era Revolusi 4.0

PALEMBANG – Kurun beberapa waktu terakhir kita dikejutkan dengan berita seputar defisit neraca perdagangan RI sebesar 2,5 milyar dolar AS. Ini merupakan yang terburuk sepanjang sejarah berdirinya republik ini yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Salah satunya diakibatkan oleh dominannya impor yang dilakukan pemerintah.

“Indikasinya sangat jelas penerimaan negara melorot yang berimbas terhadap penurunan aktivitas di dunia usaha,” beber CEO Program OK OCE; Sandiaga Salahudin Uno. Di acara seminar milenial dengan tema revolusi entrepreneur milenial era 4.0. Yang diselenggarakan Gerakan Milenial Indonesia (GMI) Sumsel di Auditorium Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang, kemarin (17/5).

Menurut Sandi (sapaan karib Sandiaga Uno,red) salah satu solusi dalam mengatasi hal ini melalui entrepreneur. Yang dimoderatori generasi milenial Indonesia yang mengedepankan prinsip IPOP atau Indonesia Positif, Optimis dan Produktif.

“Sumsel sebagai salah satu daerah yang kaya akan sumber daya alam dan energi. Tapi disisi lain khususnya di bidang energi justru tekor alias merugi. Akibat ketidakmampuan dalam mengembangkan industri migas. Ini yang menjadi PR sekaligus tantangan bagi kaum milenial. Yang berdasarkan prediksi dalam beberapa tahun mendatang bakal mendominasi populasi penduduk,” urai Sandi. Yang juga merupakan calon wakil presiden (cawapres) mendampingi capres H Prabowo Subianto ini.

Di seminar yang dimoderatori Rizky ini diberikan kesempatan peserta. Yang terdiri dari mahasiswa, generasi muda dan emak-emak untuk bertanya seputar masalah kesiapan menghadapi era revolusi 4.0.

Sebelumnya, penasehat GMI Sumsel sekaligus penggagas seminar kali ini, H Rudi Apriadi,SE,MBA. Menyebut kedatangan Sandiaga kali ini dalam kapasitasnya sebagai seorang pengusaha sukses Indonesia. Ingin berbagi pengalaman seputar entrepreneur bagi generasi milenial.

“Dengan pengalaman beliau yang sejak usia muda berkecimpung di dunia entrepreneur atau wirausaha. Diharapkan dapat ditularkan kepada generasi muda,” ungkapnya.

Selain di UMP, rangkaian kunjungan Sandiaga ke kota empek-empek ini. Didahului sholat Jumat di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo. Dilanjutkan mengunjungi atau berta’ziah ke rumah salah satu anggota KPPS yang menjadi korban pada saat proses perhitungan suara pemilu beberapa waktu lalu.

“Bang Sandi ingin berempati kepada korban pemilu. Beliau menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus belasungkawa secara langsung dengan keluarga,” imbuhnya. Seraya menyebut Sandi juga berkesempatan bertemu dan menyampaikan pemaparan di depan mahasiswa Universitas IGM. Dan diakhiri dengan buka puasa di kediaman salah seorang ulama kharismatik Kota Palembang, Ustadz KH Solihin Hasibuan,MPdI.

Koordinator GMI Sumsel, Thama mengapresiasi antusiasme generasi milenial. Khususnya mahasiswa PTN/PTS di Kota Palembang yang menjadi peserta seminar kali ini. “Semoga dengan kehadiran Bang Sandi yang juga dijuluki Papa Online Indonesia ini. Bisa menjadi pemantik semangat bagi kita semua disini untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara tercinta. Terutama dalam memberikan sumbangsih dan kontribusinya pada kemajuan perekonomian Indonesia yang lebih baik lagi di masa datang,” pungkasnya.

Hadir di kesempatan itu diantaranya Wakil Rektor III UM Palembang, Dr Ir Mukhtarudin Mukhsiri,MP, Ketua DPD Partai Gerindra Sumsel, H Saifudin Aswari Rivai dan para relawan Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi Sumsel.(kms)

Komentar

Berita Lainnya