oleh

Ajak Santri Bertransaksi Nontunai, BI Sosialisasi Ke Ponpes

-Seremoni-48 views

SUMEKS.CO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPWBI) Sumatera Selatan memperkenalkan penggunaan transaksi nontunai yaitu penerapan sistem pembayaran berbasis Quick Respon Code Indonesia Standar (QRIS)

Kepada santri di lingkungan Pondok Pesantren Muqimus Sunnah jalan Depaten Lama No.147 Palembang.

KPwBI Sumsel, Yunita Resmi Sari Bersama Segenap Santri dan Pengurus Ponpes Muqimus Sunnah. Foto : Nur/Sumeks.co

Pembayaran tunai lambat laun kini mulai terganti non-tunai (cashless money). Termasuk saat belanja di pasar tradisional maupun pondok pesantren.

Di Sumsel sendiri ada 350 Ponpes. Memang tidak sebanyak di pulau Jawa, tapi itu tetap berpotensi untuk menjadi penggerak ekonomi syariah yang sedang didorong oleh Bank Indonesia, Saat ini memang sosialisasi kita fokuskan ke merchant-merchant. Termasuk juga pondok pesantren, Universitas, dan pasar tradisional.

Foto : Nur/Sumeks.co

Bahkan nanti akan menyentuh UMKM khususnya pengusaha Pempek dikota Palembang. Terang Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi  Sumatera Selatan, Yunita Resmi Sari  saat sosialisasi Quick Respon Code Indonesia Standar (QRIS) di Pondok Pesantren Muqimus Sunnah Palembang, Rabu (27/11).

Lebih lanjut, yunita mengatakan sungguh ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami. Bank Indonesia bisa bermitra dengan Pondok pesantren yang terdiri dari santriwan dan santriwati, ini merupakan bagian dari salah satu komunitas gelombang ekonomi baru dengan jumlah santri mencapai 20 juta orang yang kebanyakan usia generasi milenial.

Melihat besarnya porsi usia milenial, saat ini BI sedang berupaya menggabungkan antara ekonomi syariah dengan ekonomi digital. Ini merupakan suatu target market yang sangat potensial yang sedang digalakkan.

Foto : Nur/Sumeks.co

Untuk itulah Bank Indonesia sebagai Regulator yg mengatur perbankan akan terus mendorong perkembangan ekonomi syariah sesuai dengan visinya yaitu mengedepankan prinsip keadilan, kesetaraan dan ketentraman bagi kedua belah pihak supaya laju pertumbuhan perbankan syariah terus tumbuh dan berkembang.

Maka perlu didukung  penuh oleh pemerintah dan masyarakat, salah satu nya melalui Penerapan Layanan Keuangan Digital (LKD).

Oleh karena itu dalam kesempatan ini kami menggencarkan penerapan sistem pembayaran berbasis Quick Respon Code Indonesia Standar (QRIS).

Apa itu QRIS? Yakni QR Code yang dirancang BI untuk menyatukan seluruh platform Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).

Anda yang sudah biasa menggunakan OVO, Go-Pay, hingga Dana, bisa menscan QR Code yang sama dari BI ini Rencananya QRIS bakal mulai dimatangkan penggunaanya pada Januari 2020. Meski begitu, Yunita menegaskan, QRIS tidak akan menghilangkan peredaran uang tunai.

Sementara itu pimpinan pondok Pesantren Muqimus Sunnah izzah Zen Sukri, sangat mengapresiasi atas sosialisasi yang dilakukan Bank Indonesia telah merambah dunia pendidikan khususnya kalangan pondok pesantren, terkhusus lagi  santriwan santriwati kita.

Mereka bisa mengetahui berbagai produk yang berkaitan dengan keuangan sekaligus memperoleh ilmu dan pemahaman baru bahwa trend transaksi kedepannya tidak hanya berupa uang cash namun dengan transaksi digital semua bisa dilakukan.”jelas Izzah.

Senada dengan hal tersebut, ketua MUI Propinsi Sumatera Selatan, Aflatun Muchtar menyampaikan bahwasanya  masukknya kecanggihan teknologi modern tidak dapat kita cegah, hal ini sesuai dengan kemajuan perkembangam zaman era digital.

Seperti yang dilakukan Bank indonesia dengan membuat standar namannya Q RIS satu barkot bisa dibaca semua elektronik berupa sistem pembayaran transaksi.

Tentunya hal semacam ini berdampak pada perkembangan ekonomi syariah dan untuk  kemajuan umat semua, baik itu kalangan atas bahkan kalangan yang kecil, seperti pedagang sayur, bakso, mie, dimana saja dari sabang sampai merauke bisa menggunakan QRIS.

Kedepan harapan kita disumatera selatan sistem ini sudah bisa juga melayani di tempat-tempat ibadah Agar terhindar dari uang palsu, donasi atau infak dari jamaah bisa dilakukan dengan mudah dalam bentuk uang elektronik sehingga akan lebih efektif dalam pengelolaannya karena langsung masuk rekening, “Jelasnya. (Nur/adv)

Komentar

Berita Lainnya