oleh

Ajukan Ijin Ke BPOM Dan BSN, Tim Penemu Gula Energy BankSaku Berharap Bisa Bermanfaat Bagi Orang Banyak

SUMEKS.CO – Tim penemu gula Energy BankSaku mulai mengurus perijinan ke BPOM Kota Palembang (Balai Pengawas Obat dan Makanan). Guna mendapatkan ijin edar dari BPOM terkait produk kesehatan yang dipercaya bisa menangkal dan menyembuhkan covid 19.

Selain itu, tim yang menyebut sebagai Ilmuan Peduli Covid19 ini juga mengurus Sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia) ke Badan Standarisasi Nasional Kota Palembang.

Tim Ilmuan Peduli Covid19 yang diketuai oleh Prof. DR. Ir. Faisal Rizal, M.Kes, melalui juru bicaranya Arie Wijaya, S,STP, M.Si mengatakan bahwa gula ini akan diproduksi di Kota Palembang oleh Koperasi BankSaku Sejahtera Indonesia.

Pihaknya berharap bisa diproduksi di Kota Palembang, karena sebelumnya versi gula ini dengan nama SF Diapro 1 diproduksi di Cileungsi Jawa Barat. Sedangkan versi keduanya dengan nama Sienergi diproduksi di Bekasi Jawa Barat.

“Kami sudah sowan ke Pak Walikota dan Pak Gubernur untuk menyampaikan niat kita untuk produksi di Kota Palembang, karena penemu gula ini adalah orang Palembang (Sumsel)” ucap Arie. Jumat (26/6/2020).

Gula Energy BankSaku sebelumnya sudah mendapatkan ijin PIRT dari Kota Palembang dengan nomor 509167107305423. Bermerk Dagang “Energy BankSaku” yang diproduksi oleh Koperasi BankSaku Sejahtera Indonesia (Koperasi BankSaku).

Selanjutnya Arie diundangn oleh Pihak BPOM Kota Palembang agar produk gula Energy BankSaku diajukan ijin edar ke BPOM. Arie menyatakan bahwa BPOM berjanji akan membimbing proses pengajuakn ijin ini agar gula Energy BankSaku bisa dipasarkan dan diedarkan secara luas.

“Awalnya kami hanya mentargetkan mengurus ijin sebatas PIRT, kemudian akan memasarkan gula ini sebatas gula biasa (sembako) karena kami khawatir pengurusannya rumit” ucap Arie. Niat awal akan menjadikan gula tersebut sebagai sembako (makanan) saja.

Sehingga ijinnya cukup dengan PIRT dan menghilangkan klaim-klaim atau embel-embel lainnya. Seperti manfaat yang berkaitan dengan pengobatan, karena keterbatasan belum memiliki sumber daya yang cukup.

Namun, pihak BPOM Kota Palembang berjanji untuk mengawal dan membimbing agar bisa mendapatkan ijin edar MD. Gula ini akan diarahkan kepada jenis makanan berklaim, dengan syarat, bisa diuji dan dibuktikan melalui hasil uji laboratorium. Selain itu BPOM juga mengarahkan agar produk ini bisa disertifikasi di BSN dan mendapatkan sertifikasi SNI.

Arie menyampaikan harapan bahwa penemuan ini bisa membantu orang banyak. Karena dari pemakain selama ini banyak masyarakat yang terbantu berkaitan dengan gula darah. Gula ini diklaim selain memiliki kadar glukosa sangat rendah bahkan juga bisa bereaksi mengurangi glukosa makanan yang bersentuhan dengan gula Energy BankSaku.

“saya dan keluarga sudah lebih dari setahun mengkonsumsi gula versi 1 nya yaitu SF Diapro 1, kami menaburkan gula tersebut setiap memasak nasi. Bahkan sekarang semua masakan, mulai pindang, gulai, pepes sampai sambal pun sekarang menggunakan gula ini. Diberi tambahan garam secukupnya, gula ini juga berfungsi sebagai penyedap rasa. Insya Allah sehat “ tutur Arie sambil tertawa.

Menurutnya, pada beberapa pasien positif Covid19 yang diberi gula ini, rata-rata 4 – 5 hari hasil test mereka negatif. Pada fase konsumsi, akan merasakan energi yang besar pada tubuh. Sehingga merasa lebih segar dan fresh.

Ia mencontohkan, pada pasien di RS Tarakan Jakarta bahkan sampai buka baju karena kepanasan setelah 1 hari mengkonsumsi gula ini. Hari kedua pasien tersebut sudah merasa lebih sehat.

Pasien kedua di RS Tarakan bahkan sudah hopeless dan sempat membuat wasiat kepada keluarganya, juga dinyatakan sembuh setelah 5 hari mengkonsumsi gula ini. Pada pasien di Wisma Atlet Jakarta, yang juga penderita diabetes, bahkan ketika dinyatakan sembuh, gula darahnya sekarang menjadi normal.

“Sudah lebih 30 pasien yang kami berikan gula ini secara gratis, mulai RS Tarakan (2 orang), RS Mitra Bekasi (2 orang), Wisma Atlet Jakarta (2 orang), RS Bari Palembang (2 orang), RSUP Palembang (2 orang), OKU Selatan, Majalengka bahkan sampai ke Papua serta puluhan pasien rawat mandiri yang semuanya sembuh,” ungkap Arie.

Semuanya diberikan gratis semata-mata untuk membantu Pemerintah dalam penanggulangan Covid19. Menggembirakannya lagi, para pasien sudah sembuh, tanpa merasakan efek samping infeksi Covid19 yang biasanya masih mengiringi. Betul-betul seperti sedia kala.

“Tapi kesembuhan pasien-pasien ini tidak menjadikan tim kami berniat menjadikan gula ini sebagai obat, karena kami sudah paham begitu panjangnya jalan yang harus dilalui untuk klaim sebagai obat, terutama uji klinis dan uji lab. Kami tidak punya sumber daya yang cukup untuk itu. Karenanya gula ini akan menjadi produk makanan saja ” kata Arie.

Harapannya, Semoga Gula ini bisa mendapatkan ijin edar nya dengan cepat. Agar bisa mulai diproduksi di Kota Palembang. Sebagai bagian kebanggan warga Palembang.(Nur)

Komentar

Berita Lainnya