oleh

Akbar Pernah Menjadi Sopir Kadis PU Muratara

-Hukum-168 views

Otak Pembunuhan Driver Taksol

Palembang – Hampir selama 10 bulan otak pelaku pembunuhan terhadap salah satu driver taksi online di Palembang menghilang dan berpindah-pindah tempat persembunyiannya setelah masuk menjadi daftar pencarian orang (DPO) Ditreskrimum Polda Sumsel.

Tersangka Akbar Alfariz alias Akbar alias Atuk (34), warga Desa Lanang, Kecamatan Rawas, Kabupaten Muratara berhasil diringkus Unit 3 Subdit 3 Jatantas Ditreskrimum Polda Sumsel, pimpinan Kompol Junaidi SH, Rabu (21/8) subuh.

Tersangka bersembunyi di sebuah kebun yang berada tidak jauh dari Desa Muara Kisam, Kabupaten OKU Selatan. Saat dibawa ke Mapolda Sumsel, tersangka Akbar sempat kabur dan petugas terpaksa melumpuhkan kaki tersangka dengan timah panas. Dan saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan tim penyidik Unit 3 Subdit 3 Ditreskrimum Polda Sumsel.

Tersangka Akbar yang ditemui di ruang riksa Unit 3 mengaku takut untuk menyerahkan diri kepada polisi. “Mangkonyo aku lari dari Rawas Ulu ke Muara Dua Pak. Aku jugo takut nyerah karena banyak yang cerito kalau nyerah pasti ditembak mati,” lirihnya.

Tersangka Akbar mengatakan, sebelum menganggur dirinya sempat menjadi sopir Kepala Dinas (Kadis) PU Bina Marga, Kabupaten Muratara. “Iyo Pak tapi waktu itu status aku masih sebagai TKS Pak. Lumayan lamo jadi driver Kadis PU di Muratara terus berhenti,” aku Akbar.

Sebelum melakukan aksinya, tersangka bersama tiga orang temannya yang sudah lebih dulu dibekuk merencanakan di Sungai Lanang, Muratara. “Kami duo hari tidur di Palembang dan baru melakukan aksi kami Pak. Mesen taksi online minjam punyo wong yang ado di pinggir jalan. Tugas aku setelah korban dicekik terus dipindahkan ke bangku tengah aku yang mengambil alih jadi driver sampai korban kami buang di kebun sawit di kawasan Muratara,” ungkap Akbar.

Mobil korban kemudian dijual dengan seseorang di kawasan Sarolangun Jambi. “Mobil dibawa sao Frans. Sudah kejadian aku langsung kabr ke Dusun Sungai Lanang, Muratara terus terakhir aku kabur ke OKU Selatan. Mobil dijual seharha Rp23 juta. Aku dapat bagian Rp5,3 juta dan sisonyo setelah dibagi kami pakai untuk operasional selamo kami kabur,” kenang tersangka yang selama pelariannya menunggu persalinan istrinya.

Sementara itu, Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alfian didampingi Kasubidt III AKBP Yudhi Suhariadi SIk mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan penyelidikan terhadap tersangka namun sering berpindah tempat saat dilakukan penangkapan. “Kita selalu ikuti beberapa kali perlarian terhadap tersangka Akbar ini, dan pernah di suatu tempat tetapi keburu kabur lagi,” terang Yustan.

Untuk tersangka lainnya, lanjut Yustan juga sudah diringkus dan saat ini sudah menjalani hukuman vonis hakim. “Satu tersangka divonis 10 tahun penjara dan dua tersangka lagi divonis hukuman mati oleh hakim. Untuk peran tersangka Akbar sendiri menurut keterangan tersangka yang lebih dulu kita ringkus, bahwa tersangka Akbarlah yang mengajak mereka, bahkan saat teman-temanya menjaka pulang malah tersangka Akbar juga yang melarang,” beber Yustan.(dho)

Komentar

Berita Lainnya