oleh

Akhirnya… Koboi Debt Collector ini Divonis 12 Tahun

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Terdakwa Agsaburillah alias Sabil (34) yang merupakan pelaku pembunuhan sadis terhadap korban Siti Fauziah gara-gara utang pada tahun 2012 silam divonis majelis hakim PN Palembang dengan pidana 12 tahun penjara.

Hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Indra Susanto SH agar terdakwa sebagaimana perbuatannya dipidana penjara selama 14 tahun.

Dalam petikan amar putusan yang dibacakan majelis hakim diketuai Said Husein SH MH, Rabu (3/3) sore sependapat dengan JPU bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan melanggar Pasal 338 jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 12 tahun dikurangi masa tahanan dengan perintah tetap dilakukan penahanan,” tegas Said.

Adapun hal-hal yang memberatkan dalam pertimbangan majelis hakim bahwa perbuatan terdakwa mengakibatkan korban meninggal dunia serta menyebabkan luka yang mendalam bagi keluarga korban.

“Hal yang meringankan terdakwa menyesali dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serta terdakwa berterus terang dalam memberikan keterangan selama persidangan,” kata Said.

Setelah mendengar putusan tersebut terdakwa yang diketahui sempat buron selama 8 bulan ini melalui penasihat hukumnya Abdurrahman Ratibi SH menerima putusan tersebut.

Ditemui usai sidang, Abdurrahman Ratibi mengaku cukup puas dengan putusan yang telah dijatuhkan terhadap kliennya tersebut yang sudah berkesesuaian dengan permintaan keringanan hukuman pada saat mengajukan pembelaan atas tuntutan JPU beberapa waktu lalu.

“Karena berdasarkan pengakuan terdakwa senjata api yang di tembakkan ke kening korban mulanya hanya untuk menakut-nakuti saja agar korban segera membayar hutangnya sekitar Rp30 juta,” ungkap pengacara Posbankum ini kepada SUMEKS.CO.

Disebutkan di dalam dakwaan JPU bahwa perbuatan sadis terdakwa tersebut dilakukan bersama pelaku lainnya bernama Miko (DPO) delapan tahun silam tepatnya 12 Maret 2012 silam saat hendak menagih utang di rumah korban.

Kemudian saat berada di dalam rumah tepatnya diruang tamu rumah korban lalu terdakwa menangih utang sambil berkata “Gek Kutembak Kau Yuk” dengan menodongkan sepucuk senjata api rakitan jenis revolver dan ditembakkan tepat mengenai kening korban.

Bersama pelaku Miko (DPO), terdakwa kabur selama delapan tahun dengan cara berpindah-pindah tempat namun berhasil ditangkap oleh petugas kepolisian Polda Sumsel pada November 2020 silam saat berada di rumahnya Jl  Masjid Sukamulya, Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami Kota Palembang. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya