oleh

Akhirnya… Oknum PPK Dilaporkan ke Polisi

TEBING TINGGI – Insiden pelarangan wartawan untuk meliput rapat pleno rekapitulasi suara pileg 2019 di kantor PPK Tebing Tinggi oleh oknum anggota PPK, berbuntut panjang.

Dua wartawan, Hendro dari Sumatera Ekspres (Sumeks) dan Warisman dari media Harian Pagi Musirawas Ekspres, Jumat (3/5) didampangi PWI Empat Lawang resmi melaporkan oknum PPK Tebing Tinggi ke polres setempat.

Laporan nomor B/26/V/2019/Reskrim itu telah diterima oleh Polres Empat Lawang dan akan dilakukan penyelidikan.

Kedua wartawan itu pun meminta, laporan mereka di Mapolres Empat Lawang diproses dan oknum PPK yang telah melarang untuk meliput diberikan hukuman sesuai undang-undang yang berlaku.

“Kami datang untuk meliput, hanya untuk mengetahui hasil suara pleno tingkat kecamatan. Sebelumnya pun kami sudah diberikan izin oleh pihak keamanan. Kok anggota PPK melarang. Memang ada apa dengan pleno itu,” ungkap Warisman didampingi Hendro saat melapor di Mapolres Empat Lawang.

Mereka berharap, permasalahan ini jangan dianggap sepele. Sebab jika dibiarkan, kebebasan pers dalam melaksanakan tugasnya terancam kerena kepentingan politik.

“Yang jelas pada intinya kami tidak senang dengan tindakan oknum PPK Tebing Tinggi yang sewenang-wenangnya melarang untuk melakukan peliputan, padahal tidak aturan yang melarang,” tegasnya.

Sementara itu, ketua PWI Empat Lawang Rody Hartono mengatakan, tindakan yang dilakukan oknum PPK tersebut jelas menyalihi aturan. Sebab tidak ada di PKPU yang melarang jurnalis meliput rapat pleno.

“Kita sangat menyayangkan ulah oknum anggota PPK Kecamatan Tebing Tinggi, yang menghalang-halangi rekan-rekan wartawan yang hendak melakukan peliputan berita di kantor Camat Tebing Tinggi, dengan agenda rekapitulasi hasil Pileg 2019,” katanya. (eno)

Komentar

Berita Lainnya