oleh

Aksi Tolak UU Cipta Kerja Banjir Air Mata

Sumeks.co – Palembang- aksi ribuan mahasiswa bersama serikat buruh menolak Omnibuslaw serta UU Cipta Karya yang telah di sahkan. Sebelum bubar berujung bentrok dengan dengan pihak keamanan.

Awal aksi yang berlangsung damai, dengan orasi tuntutan yang di sampaikan perwakilan para pendemo.

Secara serentak bersama terdengar berkumandang, di halaman Gedung DPRD Sumatera Selatan.

“Tolak-tolak,”
“Tolak Omnibuslaw sekarang juga,” Serentak peserta aksi berkumandang.

Semangat para pendemo terlihat, untuk menyuarakan tuntutan mereka.

Petugas kepolisian dengan peralatan lengkap. Untuk melakukan pengamanan aksi. Berhadapan langsung depan Gedung DPRD itu.

Beberapa jam berlangsung, suasana mulai terlihat tegang.

detik-detik kerusuhan
adu mulut
Motor dan lapak pedagang berserakan
mahasiswa terkepung tembakan Polisi
Polisi membidik sasaran
mahasiswa ajak damai
Polisi menembakkan gas air mata
Pedagang menangis

Salah satu pejabat dari dalam Gedung DPRD Sumsel menemui para pendemo.

Ternyata, Sekertaris DPRD Sumsel, R. Basyeban yang menemui para pendemo.

Kemudian, suasana bertambah kisruh entah kenapa? Para peserta aksi dan aparat terlihat sudah saling teriak. Dan bahkan suara letusan gas air mata masuk ke kerumunan para para peserta aksi.

Lemparan botol mineralpun mulai terjadi, hingga water canon harus menyiram untuk meredam aksi.

Personil kepolisianpun yang membawa tameng huru hara langsung berhadapan dengan mahasiswa.

Tapi lemparan batu mulai berhamburan menyasar ke para petugas.

Hingga, akhirnya banyak yang menjadi korban luka-luka, akibat lemparan batu pecahan kramik itu.

Air mata bercucuran dari para peserta aksi dan juga polisi. Akibat gas air mata yang melayang membumbung tinggi.

Termasuk para pedagang, yang turut menangis. Bukan hanya gas air mata.

Melainkan, karna barang dagangannya hancur tertabrak orang-orang yang berhamburan karna bentrok itu.

Akhirnya bentrok berakhir dengan kesepakatan antara pihak sekertaris DPRD Sumsel dan perwakilan para peserta aksi.

Sekitar pukul 18.30 wib peserta aksi membubarkan diri. Dan polisi kembali kemarkasnya.

Sendal sepatu, baju banyak yang tercecer usai kejadian itu.(bun)

Komentar

Berita Lainnya