oleh

Akui Pemain Sepakbola Asli Anak Medan, Tapi Sudah 2 Tahun ber-KTP Pali

PRABUMULIH – Pasca laga final sepakbola Musi Rawas vs Pali yang berujung ‘ricuh’ pada ajang pekan olahraga Provinsi (Porprov) Xll beredar tudingan bahwa pemain Pali berasal dari luar Sumsel atau medan dan disebut dengan istilah “paket hemat Medan”.

Laga di lapangan Ria Jaya komplek Pertamina, Kamis (20/11) lalu itu memang heboh dan sempat viral.

Dan Ketua Harian KONI Pali, Hendrik langsung menanggapi tudingan miring itu.

Saat dibincangi SUMEKS.CO di Prabumulih, hari ini (21/11) dia menuding bahwa tuduhan itu hanyalah cerita orang yang kalah.

“Ya boleh periksa saja, seluruh tim pasti banyak gunakan atlet luar.

Sekarang yang dinamakan Paket Medan itu bagaimana? Bisa tidak mereka membuktikan,” cetusnya.

Hendrik bahkan mengaku punya bukti kalau anak-anak asuhnya sudah dua tahun ber-KTP Pali.

“Mereka bukan pertama kali ini ikut kejuaraan,” sebutnya. Selain itu, Hendrik mempertanyakan paket murah itu bagaimana?

“Kalau memang mau cerita paket murah, kenapa tidak dari awal. Kami ‘kan lolos verifikasi. Itu artinya administrasi kami lengkap,” tegasnya.

Apalagi, tim yang ikut tidak akan lolos jika verifikasi administrasinya tidak lengkap.

Dalam kesempatan itu pula Hendrik tak menapik ada pemain kesebelasan Pali yang berasal dari Medan.

“Anak ini benar dari Medan asalnya, cuma saat usia 12 tahun dibina di Sumsel dan setelah bubar diklat pulang kembali.
Kebetulan juga ada kakak tingkat di Pali dan pada ajang Porprov di Palembang ikut, mereka juga sudah 2 tahun ber KTP Pali.

Pihaknya pun sangat menyayangkan kontingen Mura yang menanyakan asal muasal pemainnya. “Mengapa tidak menanyakan sebab-akibat dan langsung memotong paket Medan,” tandasnya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya