oleh

Akun Medsos Bodong Menjamur di Muratara

-Sumsel-182 views

Asisten I : Laporkan Ke Polisi Jika Ada Fitnah

MURATARA-Maraknya fitnah dan tudingan negatif yang dilayangkan akun bodong melalui media sosial, membuat Pemerintah Daerah Kabupaten Muratara, geram.  Asisten I Pemda Muratara, siswanto Tunut meminta seluruh jajaranya yang merasa dirugikan oleh fitnah akun bodong itu, segera melaporkannya ke polisi.

           “Sekarang banyak fitnah bertebaran melalui media sosial, kami Pemerintah Daerah bukan anti kritik atau anti sosial. Tapi kalau fitnah itu mengarah ke personal itu berbeda lagi dan jalurnya ke pidana karena merugikan orang lain. Jadi siapa saja yang merasa di rugikan di jajarannya, atas fitnah seperti itu, sebaiknya di lapor ke Polisi supaya bisa di proses,” tegasnya, kemarin (14/11).

         Dia mengungkapkan, seluruh jajarannya dan Pemerintah Desa harus lebih terbuka terhadap informasi publik. Tidak jarang akibat keterlambatan informasi bisa mengakibatkan risiden buruk bagi kinerja Pemerintahan. Dengan mekanisme transparansi publik itu, diharapkan tidak ada lagi fitnah-fitnah yang bertebaran di media sosial. “Kalau disinggung masalah kinerja atau pelayanan publik, tentunya kami sangat terbuka. Tapi jika mengarah ke personal, itu bukan lagi kritik namanya,” bebernya.

          Asisten I Pemda Muratara, membenarkan saat ini Kepala OPD, Pejabat Daerah, hingga kepala Desa sering kali menjadi objek sasaran fitnah yang dilakukan oleh akun bodong di media sosial. Mereka mengaku tidak mengetahui secara pasti motif yang dilancarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.

          “Kalau dibiarkan begitu saja tentunya itu akan mengganggu juga. Karena akan merembet ke masalah lainnya,” tegasnya. Pihaknya berharap, masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang bertebaran di media sosial dengan mudah. Pasalnya, informasi yang bertebaran sering kali tidak memiliki narasumber yang jelas. “Karena sumbernya tidak ada, dan informasi tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Saya lebih condong ke media massa, karena legalitas jelas, narasumber lengkap, tentunya bisa jadi acuan dan referensi pembaca,” imbuhnya.

           Terpisah, Rahmad salah satu pengiat media sosial di Muratara mengungkapkan, mayoritas akun yang digunakan pelaku untuk melontarkan fitnah negatif di media sosial, merupakan akun palsu. ‎Tidak jarang informasi yang di sampaikan, hanya berupa tudingan-tudingan yang tidak jelas.

           “Kita belum tahu apakah itu berkaitan dengan tensi politik di Muratara atau tidak. Tapi akun bodong khususnya di Medsos saat ini memang tengah menjamur,” bebernya. Pihaknya berharap, pengguna media sosial bisa bersikap positif dan tidak mempercayai informasi yang di sampaikan melalui media sosial.

          Menurutnya, masyarakat khususnya di wilayah Muratara, mudah terpancing informasi yang sengaja dihembuskan melalui media sosial. “Karena media sosial mudah diakses dan menjadi ruang publik, tidak jarang ada orang yang sengaja membuat akun palsu untuk mengungkapkan kepribadian mereka yang negatif,” tutupnya.(cj13)

 

Komentar

Berita Lainnya