oleh

Alami Hipertensi, Dua Unsur Tenaga Kesehatan Sumsel Gagal di Suntik Vaksin COVID-19

SUMEKS.CO – Dua unsur tenaga kesehatan Sumatera Selatan (Sumsel) gagal di suntik vaksin COVID-19 saat vaksinasi perdana bersamaan dengan Gubernur Sumsel, Kapolda Sumsel dan Pangdam II Sriwijaya. Yang berlangsung di Puskesmas Gandus, Jl TP Sopyan Kenawas no 690, Kec Gandus, Palembang. Kamis (14/1/2021).

Kedua orang tersebut yakni Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumsel Babel dan Bengkulu, Erna Wijaya Kusuma dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wlayah Sumsel, dr KH Rizal Sanif.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Dra Lesty Nuraini Apt Mkes, mereka mengalami hipertensi dan terdapat komorbid (penyakit penyerta) didalam tubuh mereka saat itu.

“Kondisi itu ditemukan berdasarkan hasil laporan petugas vaksinasi (vaksinator) saat melakukan screening kesehatan,” ungkap Lesty, saat dibincangi SUMEKS.CO.

Maka, lanjut Lesty, atas kondisi kesehatan tersebut, keduanya ditunda untuk suntik vaksin. Sampai kondisi kesehatanya kembali normal.

“Sama saya juga belum di vaksin karena alasan kesehatan. Maka selama 14 hari kedepan. Ketika kondisi kesehatan normal kembali, kami akan mengikuti vaksinasi selanjutnya, Karena seluruhnya wajib melaksanakan vaksinasi, itu perintah pemerintah pusat,” katanya menjelaskan.

Sementara itu, menanggapi ketertundaan terhadap dirinya akibat hipertensi, Erma mengaku sempat tidak percaya dengan hasil tensinya.

“Tensi saya diatas 140, Saya sempat gak percaya sih. Makanya tadi saya minta di tensi ulang secara manual. Sebab selama ini saya tidak punya riwayat hipertensi, Tapi memang saya sudah lama tidak cek kesehatan sendiri,” beber Erna saat dibincangi SUMEKS.CO.

Sementara itu, selaku orang yang mengalami hal serupa. Ketua IDI Wilayah Sumsel, Rizal menekankan apa yang dialami dirinya dan Ibu Deputi Erma, tersebut dapat dijadikan contoh oleh masyarakat. Bahwa vaksinasi dilakukan secara profesional.

“Jangan takut dan jangan ragu-ragu, sebab pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara profesional oleh ahlinya. Para pemimpin kita saja sudah di vaksin kan, hasilnya aman. Yakinla mana ada pemimpin merugikan rakyatnya,” pungkasnya (bim)

Komentar

Berita Lainnya