oleh

Alasan Kesehatan, Tiga Tersangka Ditanguhkan

KAYUAGUNG – Tiga oknum yang melakukan dugaan pemerasan terhadap  salah satu staf di Pemda OKI yang terjadi pada Rabu (12/8) dan dilakukan penyidikan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Hanya mengingat permohonan pihak keluarga dan kondisi kesehatan ketiganya dilakukan penangguhan penahanan.

Kapolres OKI, AKBP alamsyah Pelupessy mengungkapkan, mereka ditangguhkan berinisialY ,RN dan E oleh pihak keluarga  mengingat permohonan keluarga karena alasannya akan mempengaruhi tahanan lainnya dan petugas kepolisian.” Jadi alasan itu pihaknya melakukan penangguhan,”tegasnya kemarin (17/8).

Ketiganya dikenakan wajib lapor dan secepatnya  dalam sepekan kedepan pihaknya menyerahkan berkas ke Jaksa Penuntut Umum ke Kejaksaan Negeri OKI.  Karena banyak anggapan media pihaknya mendamaikan proses ini. Tidak ada pemdamaian, melapaskan atauoun menutupi kasus tersebut tapi ditegaskan kasus ini tetap berlanjut.

Polisi melaksanakan tugasnya secara profesional tanpa ada intimidasi maupun interpensi dari pihak manapun dalam penanganan kasus pemerasan yang melibatkan salah satunya oknum kades dengan barang bukti uang tunai Rp50 juta.

Masih kata dia, ketiganya datang ke salah satu kantor dan mendatangi staf pemerintahan melakukan upaya intimidasi dan membuat staf tersebut harus memberikan sejumlah uang.Modus sementara memberikan informasi ke Polres OKI kaitannya dugaan penyalahgunaan anggaran 2018 sangat banyak. Pihaknya di minta menyelidiki dugaan anggaran yang cukup banyak  dan belum tentu juga benar disalahgunakan. Karena anggaran itu  ada dan sudah dilakukan Pemeriksaan BPK sebelumnya.

Kalau ada dugaan itu  sudah ada upaya pengembalian.Tapi sebagai polisi dirinya tetap menerima aduan yang dilayangkan masyarakat termasuk mewakili LSM atau ormas . Penangkapan ini awalnya diamankan 5 orang namun dalam gelar perkara kedua orang lainnya belum cukup bukti untuk dinaikkan ke tingkat penyidikan.

Disinggung adanya  tersangka lain saat ini masih didalami.Di Indonesia semua manusia diberikan peran masing-masing ada masyarakat dan  pihak lain LSM  serta ormas  yang mempunyai peran memantau pelaksanaan program yang telah direncanakan dan dilaksanakan pemerintah. “Silahkan  masing-masing memainkan peran dengan baik sehingga roda pemerintahan bisa seimbang,”pintanya.

Terpisah Sekretaris Daerah OKI, H Husin SPd MM menyayangkan,  adanya kejadian tersebut  karena dalam pelaksanaaan dilapangan kelihatan fungsi LSM yang dikedepankan oleh ketiga oknum. Dikarenakan sudah ditangan penegak hukum  ia  serahkan dan menghormati penegakan dan mekanisme hukum.”Tunggu saja prosesnya,”bebernya.

Dulu pernah terjadi oknum pegawai inspektorat sudah diproses dan yang bersangkutan sudah diberhentikan selaku ASN.(uni)

Komentar

Berita Lainnya