oleh

ALEX : Harus Diselesaikan Dari Hulu ke Hilir

MUARA ENIM – Mantan Gubernur Sumatera Selatan yang saat ini Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Alex Noerdin menekankan agar Pemerintah Daerah Kabupaten Muara Enim dan Pemerintah Provinsi Sumsel menghentikan segera praktik tambang ilegal.

Alex menyebut, permasalahan tambang batubara ilegal sangat kompleks sehingga harus diselesaikan dari hulu ke hilir. Sebab, kata dia, aktivitas tambang ilegal yang terjadi bertahun-tahun secara terang-terang terjadi karena ada pembiaran dari pemerintah.

“Ini ada pembiaran dari pemkab, pemprov sehingga tambang ilegal tak kunjung selesai. Saya lihat sepanjang jalan begitu banyak karung-karung berisi batubara, apa dibiarkan saja,”kata Alex saat meninjau lokasi kecelakaan tambang ilegal di Desa Penyandingan , Muara Enim, Kamis (22/10).

Gubernur Sumsel dua periode ini, menuturkan pemerintah daerah mulai dari Pemkab Muara Enim hingga Pemprov Sumsel seolah membiarkan aktivitas penambangan tanpa izin tersebut.
Menurut Alex, masalah tambang ilegal tersebut harus dibahas ke tingkat pusat. Karena pembenahan tambang ilegal juga harus menyeluruh untuk memutus rantai bisnis tersebut. “Jadi batubara di Muara Enim ini digali, lalu ke bawa ke Lampung kemudian menyeberang ke Bakaheni lalu ke Jawa Barat. Ini terjadi karena ada hulu dan hilirnya, ada penadah dan ada tranportasi yang mengangkut,”ungkapnya

Alex juga mempertanyakan mengapa batubara ilegal dari Provinsi Sumsel bisa menyebrang laut lewat kapal Feri. “Artinya siapa pembeli, siapa pengangkut harus diselesaikan, tidak bisa tingkat provinsi saja harus tingkat nasional, semua bertanggung jawab,”tegas Alex.

Sementara itu, Hedriansyah Kabid Pengusahaan Mineral Dan Batubara Dinas Energy dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumsel, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kementrian ESDM untuk meminta dukungan penghentian praktik tambang ilegal dii Muara Enim.

Bahkan sejak April 2019 lalu, kata dia, pihaknya telah menerima surat dari Menteri ESDM ke Kapolri untuk menertibkan tambang ilegal di Sumsel. “Tapi memang belum ada penindakan, kami mencatatkan ada sebanyak 33 titik tambang ilegal di Muara Enim yang berada diwilayah IUP PTBA berada Desa Tanjung Lalang, Padurakso Tanjung Agung dan Pulau Panggung,”jelasnya.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya