oleh

Alex Mundur dari Ketua Karena Tiga Alasan

PALEMBANG – H Alex Noerdin sudah resmi mengundurkan diri dari jabatan ketua umum KONI Provinsi Sumsel. Surat pengunduran diri mantan gubernur Sumsel ini sudah dilayangkan ke KONI Pusat, Senin, 27 Mei 2019.

Ada tiga alasan membuat H Alex Noerdin mengakhiri jabatan lebih cepat. Ya, sebagai mana diketahui H Alex Noerdin merupakan ketua KONI Provinsi Sumsel periode 2016-2020.

Pertama mantan Bupati Musi Banyuasin ini mundur karena telah mencalonkan diri sebagai calon legeslatif periode 2019-2024. Dan berdasarkan hasil penetapan KPU Sumsel telah mencapai hasil yang disyaratkan untuk menduduki jabatan sebagai DPR RI.

Kedua ingin berkonsentrasi penuh dalam persiapan menjalankan amanah rakyat bertugas sebagai anggota DPR RI. Ketiga memberikan kesempatan kepada tokoh tokoh pemuda dan keolahragaan untuk berprestasi serta mengabdikan diri pada dunia olahraga di Sumsel melalui organisasi KONI Sumsel.

“Karena persyaratan dari organisasi kita, karena belum waktunya maka dilaksakan musyawarah olahraga provinsi luar biasa (Musorprovlub). Setelah kita berkonsultasi dengan pak Alex beliau siap dilaksakan pada awal Juli nanti. Antara tanggal 4-7 Juli nanti,” kata H Dhennie Zainal pelaksana harian Ketua KONI Sumsel, usai rapat panitia pelaksana Musorprovlub di Aula KONI Sumsel,  Rabu 29 Mei 2019.

Turut hadir Sekretaris Umum KONI Sumsel, Ade Karyana, Wakil Ketua III KONI Sumsel, IGB Surya Negara, pengurus KONI Sumsel dan staf KONI Sumsel. Menurut Dhennie, sapaan akrabnya, sudah lama H Alex Noerdin ingin meletakan jabatan.

“Beberapa kali pak Alex setiap ketemu saya selalu bertanya kapan akan dilaksanakan Musprovlub. Terakhir pada pembukaan Musprov Perbakin minggu lalu juga disampaikan bahwa dalam waktu dekat KONI akan melaksanakan Musprovlub,” tambah mantan ketua KNPI Kota Palembang ini.

Untuk itu pria yang pernah menjadi anggota DPRD Sumsel ini mintakan pada masing masing bidang setelah lebaran harus mempersiapkan laporan kegiatan mulai 2016-2018. “Pelaksanaan ini sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) KONI Sumsel. Kita juga akan audensi dengan Gubernur H Herman Deru,” terang dia.

Sementara itu H Asdit Abdullah ketua bidang organisasi KONI Sumsel menambahkan dasar diselenggarakan Musprovlub berdasarkan AD/ART. ,”Musprovlub dapat dilaksanakan apabila ketua umum berhalangan tetap. Dan nantinya sebelum kita melaksanakan akan dilaksanakan penyaringan dan penjaringan selama 21 hari,” timpal mantan ketua PWI Sumsel ini.

Yang paling penting menurut Asdit yang akan mengikuti musyawarah. Ada 17 KONI Kabupaten/Kota, kemudian 53 cabang olahraga dan badan fungsional, serta tambahan satu suara dari fungsioner KONI Sumsel dan satu suara dari KONI Pusat.

“Kalau sampai Juni nanti belum melaksanakan musyawarah tidak dapat mengikuti rapat tersebut.  Kabupaten satu belum dilantik yaitu Pagaralam. Peraturan organisasi sejak 2017 harus dilantik. Kemudian anggota cabor Forki sudah musyawarah tapi belum dapat SK,” terang dia.

Sementara itu Sofwan Hariyadi ketua tim penjaringan Musorprovlub mengatakan yang akan mencalonkan diri syaratnya mendapatkan dukungan minimal 30 persen.

“Lebih kurang 21 suara yang memenuhi syarat calon ketua umum KONI. Dengan rincian lima suara dari KONI dan sisanya dari cabor. Jadi calon ketua KONI maksimal bisa tiga. Nanti akan dibahas dalam rapat teknis,” tukas wakil rektor Universitas Trindinanti Palembang ini. (cj11)

Komentar

Berita Lainnya