oleh

Alex Noerdin Dijadwalkan Pemanggilan Ulang

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Alex Noerdin, kembali berhalangan hadir memenuhi panggilan tim penyidik Pidsus Kejati Sumsel. Ini kali kedua mantan Gubernur Sumsel itu gagal dimintai keterangan sebagai saksi kasus dugaan korupsi alokasi dana pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

Namun kali ini, melalui Kms Khoirul Mukhlis, staf Ahli Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Alex telah melayangkan surat permohonan penjadwalan pemanggilan ulang. “Tadi pagi kita sekitar pukul 09.00 Wib pagi telah melayangkan surat tersebut yang diterima langsung oleh petugas PTSP Kejati Sumsel,” ungkap Mukhlis kepada media, Kamis (15/4).

Pada kesempatan itu juga Mukhlis meluruskan terhadap pemberitaan-pemberitaan yang lalu disebutkan mangkir dari pemanggilan dan lain sebagainya. Bahasa mangkir itu lebih kepada ketidakhadiran atau konfirmasi, ketidakhadiran tanpa pemberitahuan.

“Beliau resmi memberitahu ke pihak kejaksaan untuk minta dijadwalkan ulang karena pada hari ini ada kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan di DPR RI Jakarta. Sebagai warga negara yang baik pak Alex juga menghormati proses hukum yang berjalan,” jelas Mukhlis.

Terpisah Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman, mengatakan pemanggilan Alex Noerdin, akan dijadwalkan ulang karena yang bersangkutan berhalangan ada kegiatan sesuai dengan jabatannya sebagai anggota DPR.

Khaidirman mengaku, pihaknya sudah menerima surat pemberitahuannya dari Alex Noerdin. “Adapun langkah kita yakni menjadwalkan ulang pemanggilan. Dalam waktu dekat akan dipanggil kembali, kalau untuk kapannya masih dirapatkan dulu. Pastinya dalam waktu dekat,” ujarnya.

Seperti diketahui, pembangunan masjid itu menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel tahun anggaran 2016 hingga 2017 sebesar Rp 130 Miliar. Dana tersebut, diperuntukkan untuk penimbunan lokasi serta konstruksi beton sampai atap. Akan tetapi dalam perjalanannya, penyidik mencium adanya kejanggalan.

Dalam penilaian fisik bangunan masjid tersebut, penyidik menduga tidak sesuai dengan nilai kontrak. Sementara hingga saat ini, kondisi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya belum terlihat jelas bentuknya alias terbengkalai. (Fdl)

Komentar

Berita Lainnya