oleh

Alhamdulillah… Jurnalis Palembang ini Sembuh dari COVID-19

PALEMBANG – Kabar baik penanganan pasien COVID-19 di Rumah Sehat COVID-19 Wisma Atlet, Jakabaring, Palembang. Erika (Rk), jurnalis perempuan Palembang yang menjalani karantina di Rumah Sehat dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, Selasa (9/6).

”Alhamdulillah, hasil tes swab kedua dan ketiga hasilnya negatif. Saya diperbolehkan pulang hari ini. Terima kasih atas doa seluruh masyarakat untuk kesembuhan saya,” kata Erika dengan nada ceria.

Erika merupakan orang tanpa gejala (OTG) dinyatakan poisitif COVID-19 berdasar hasil swab pada 14 Mei 2020. Setelah dinyatakan positif COVID-19, Erika langsung menjalani karantina di Rumah Sehat COVID-19 Wisma Atlet Jakabaring.

”Selama menjalani karatina, kondisi fisik saya tetap fit. Memang awalnya sempat syok ketika ditelepon Gugus Tugas menyatakan hasil swab saya positif COVID-19. Namun, berkat dukungan moril dari keluarga, teman kerja, dan seluruh masyarakat, saya berhasil melawan virus ini,” ujar jurnalis Palembang Pos ini.

Untuk itu, dia mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang atas pelayanan kesehatan yang terbaik untuk pasien COVID-19. Tak lupa pula Erika mengucapkan terima kasih khusus kepada Gubernur Sumsel H Herman Deru, Wali Kota Palembang H Harnojoyo, Wakil Wali Kota Palembang, Fitri Agustinda, Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa, anggota DPRD Sumsel H Alfrenzi Panggarbesi, anggota DPR RI H Alex Noerdin yang telah memberikan suport luar biasa.

”Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada petugas medis Rumah Sehat COVID-19, kepada rekan seprofesi, rekan kerja dan pihak-pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Semoga dukungan moril yang diberikan untuk kesembuhan saya, mendapat ganjaran setimpal dari Allah SWR,” harapnya.

Dia mengajak dan mengimbau kepada masyarakat untuk tetap patuh protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, Erika meminta masyarakat untuk tidak mengucilkan pasien positif Covid-19.

”Mari hapus stigma negatif tentang pasien COVID-19. Dukungan dari masyarakat merupakan obat mujarab untuk kesembuhan pasien melawan virus yang belum ditemukan vaksinnya tersebut. Saya sudah membuktikannya. Dengan banyaknya dukungan dan doa, kondisi tubuh saya tetap fit dan tidak drop,” ungkap Rk.

Ditambahkan, bagi masyarakat yang dinyatakan positif COVID-19 untuk tidak perlu takut berlebihan yang dampaknya dapat membuat kondisi tubuh menurun. Berpikirlah selalu positif dan bertekad untuk sembuh. Terpenting, selalu panjatkan doa kehadiran Allah SWT.

”Saya makin yakin bisa melawan COVID-19 ini karena ibu yang saya rawat dinyatakan negatif, termasuk suami dan anak saya. Dari sinilah, saya bertekad harus sembuh dan menjaga kondisi tubuh agar imun kuat,” ungkapnya.

Erika meminta masyarakat untuk tidak perlu takut dites Rapid atau Swab untuk mengetahui terpapar Covid-19. Apalagi yang merasa mengalami gejala Covid-19, jangan menutup diri. Segera hubungi rumah sakit atau puskesmas dan jalani karatina di rumah sehat.

”Jangan pernah ada pikiran buruk selama menjalani karatina. Saya mendapat pelayanan terbaik. Mulai dari makanan sampai pelayanan petugas medis. Serasa tinggal di kamar hotel. Dengan pelayanan baik ini, otomatis kita merasa sehat terus,” beber Erika.

Erika mendoakan semua petugas kesehatan yang mengurusi pasien COVID-19, selalu diberi kesehatan. Termasuk pasien yang sekarang masih berjuang melawan corona, semoga segera sembuh dan bisa kembali kumpul bersama keluarga.

”Petugas medis ini luar biasa tugasnya. Mereka bekerja dengan ikhlas sampai berpisah dengan keluarga demi penyembuhan pasien COVID-19. Mereka adalah pahlawan sebenarnya. Rasanya tidak bisa diukur dengan materi kerja petugas medis ini,” tuntas Erika seraya menambahkan berdasar protokol kesehatan dia masih harus isolasi 14 hari di rumah. (SEG)

Komentar

Berita Lainnya