oleh

Alokasi Kebutuhan Batubara dalam Negeri Harus 25 Persen

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, dari jumlah produksi setiap pemegang izin usaha pertambangan (IUP) harus mengalokasikan kuotanya untuk kebutuhan industri dalam negeri, seperti untuk PLN sebanyak 25 persennya.

Seperti diketahui sebelumnya, penundaan ekspor batubara tersebut karena kebutuhan dalam negeri sempat terganggu dan tidak maksimal.

Baca juga:
PTBA : Pelarangan Ekspor Batubara Tak Pengaruhi Kinerja Perusahaan

“Rata-rata, produsen atau pengusaha batubara ini tidak memenuhi kuota dalam negeri itu,” ujar Deru, Jumat (14/1).

Selain pasokan dalam negeri terganggu, banyak pengusaha tambang batubara yang nakal, lebih memilih produksinya untuk diekspor. Karena ekspor lebih menjanjikan dan uangnya kontan diterima. Makanya di dalam negeri tidak maksimal.

“Hanya PT BA di Sumsel ini yang dideklarasikan mampu memenuhi kuota dalam negeri,” jelasnya.

Banyaknya produsen batubara nakal dalam pembagian alokasi hasil tambang ini diketahui dari Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat kunjungan kerja di Sumsel, beberapa waktu lalu mengungkapkan, setelah keran ekspor dibuka ia berharap stok batubara PLN tidak terganggu karena kekurangan.

“Di sini juga ada kepentingan nasional, PLN tak boleh mati lampu karena  kekurangan pasokan batubara, sementara kita punya berlimpah dan syukurlah kalau keran ekspor dibuka kembali,” tegasnya.

Komentar

Berita Lainnya