oleh

Amankan BB 217,34 Gram, Tiga Tersangka

PRABUMULIH – Di awal Januari ini, Polres Prabumulih melalui Satres Narkoba berhasil mengungkap kasus narkoba dengan barang bukti (BB) sebanyak 217,34 gram dan 3 tersangka.

Pertama, Satres Narkoba berhasil mengungkap kasus narkoba pada 5 Januari 2021, sekitar pukul 07.30 WIB dengan TKP Jalan Cempedak RT 01/RW 01 Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur.

Berhasil mengamankan tersangka Harmoko (33) dengan BB berupa; 1 paket sedang narkoba jenis sabu seberat 3,36 gram, 1 paket kecil narkoba seberat 0,17 gram, dan 1 buah kotak rokok merk Surya.

“Tersangka pertama, HR ditangkap dirumahnya. Ketika dilakukan penggeledahan, ditemukan sejumlah BB. Tersangka berikut BB, sudah kita amankan dan sita,” ujar Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SH SIk MH didampingi Kasatres Narkoba, AKP Fadhilah Ermi SSos SIk ketika memimpin press release ungkap kasus narkoba di Mapolres, Rabu (13/1/2021)

Lalu, kasus kedua diungkap pada Kamis, 7 Januari 2021, sekitar pukul 15.30 WIB dengan lokasi penangkapan Jalan Raya Baturaja-Prabumulih Dusun II Desa Jungai, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT). Tersangka, Popi Stifen Andri (38), warga Desa Mandala, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten OKU berhasil ditangkap.

Dari tangannya, petugas menyita sejumlah BB. Berupa; 1 paket narkotika jenis sabu seberat 3,81 gram, 1 lembar tisu warna putih, 1 buah HP OPPO warna biru, dan 1 sepeda motor Yamaha Vega R hitam bernopol BE 6487 MJ.

“Ketika diringkus, tersangka tengah duduk diatas sepeda motornya. Karena mencurigakan, akhir ditangkap Anggota Satres Narkoba tengah patroli,” bebernya.

Terakhir, pada 12 Januari 2021, sekitar pukul 08.30 WIB. Satres Narkoba mendapatkan tangkapan besar di RM Siang Malam, Kecamatan Cambai.

Berhasil diamankan tersangka Adi Candra (30), warga Jalan Alap Sepeda Lorong Muhajirin IV RT 28/RW 8 Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I Palembang. Dari tangannya, disita 1 paket besar narkoba jenis sabu seberat 210 gram, 1 lakban hitam, 1 buah kantong asoy bertuliskan SALE, dan uang Rp 300 ribu.

“Kasus terakhir ini, merupakan tangkapan paling besar Satres Narkoba. Dengan, BlackBerry seberat 210 gram. Kasus ini sendiri, tengah dikembangkan siapa penerima barang. Ini kasus jaringan Palembang,” jelas Siswandi.

Ketiga tersangka sendiri bakal terjerat Undang-Undang (UU) No 35/2009 tentang narkoba dan psikotropika. Ancamannya, diatas 5 tahun penjara.

“Prabumulih ini, hanya sebagai lokasi pemasaran narkoba saja. Karena, kota perlintasan. Narkoba masuk, asal PALI. Palembang, dan Muara Enim,” tukasnya.

Salah satu tersangka Adi mengaku, dia hanya bertugas mengantarkan barang ke pemesan disuruh temannya di Palembang. “Barang ini, aku ambek dari Rumah Susun. Aku anter ke Prabumulih, sama pemesan barang,” terangnya.

Lalu, ucapnya dibawa dengan menaiki travel. Nah, ketika tengah menunggu pemesan mengambil barang. “Dak lama, polisi datang nangkap aku. Dan, nyita sabu simpan dalam kantong asoy,” tambahnya. (03)

Komentar

Berita Lainnya