oleh

Amankan Sabu 1,9 Ons dan Senpira

PALI – Tim Laba-Laba Satuan Reserse Kriminal Narkoba Polres Penukal Abab Lematabg Ilir (PALI) berhasil meringkus, bandar narkoba jenis sabu-sabu berinisial UG (33), warga Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI dengan barang bukti 1,9 ons sabu-sabu dan senjata api rakitan (senpira) dan dua butir amunisi aktif.

Penangkapan sendiri dilakukan, Minggu (26/4) sekitar pukul 17.30 WIB, saat pelaku sedang berada di belakang rumahnya menunggu transaksi dengan pemesanya. Namun, pemesan belum datang, mala Tim Laba-Laba melakukan pengerebekan hingga membuatnya tidak bisa berkutik.

Langsung saja pengeledahan dilakukan, dan petugas menemukan barang bukti berupa, satu kantong sabu-sabu seberat 100 gram dari tangan pelaku. Tak berhenti disitu, petugas kembali melakukan pengeledahan didalam rumah pelaku. Benar saja, petugas menemukan satu kantong sabu-sabu seberat 90 gram.

Lalu, petugas juga menemukan sepucuk senpira beserta dua butir peluru aktif yang berada di dalam senjata tersebut. Kemudian, petugas juga mengunakan alat hisap sabu (bong) lengkap dengan pipet dan pirex kaca diduga sering digunakan pelaku dan pembeli untuk menikmati sabu-sabu tersebut.

Kapolres PALI AKBP Yudhi Suharyadi SIK, didampinggi Kasatres Narkoba AKP Andri Noviansyah SKom mengatakan, bahwa pihaknya sudah empat hari melakukan pengintaian terhadap pelaku UG sebelum dilakukan pengerebekan, untuk memastikan saat transaksi pelaku.

“Jadi ada dua kantong sabu-sabu masing-masing berat 100 gram dan 90 gram, dengan total 190 gram atau 1,9 ons. Namun, kita akan mengirimkan sampel ke Palembang untuk memastikan bahwa barang bukti yang ditemukan benar-benar sabu. Karena satu kantong diantaranya kita masih ragu,” terangnya.

Dijelaskanya, bahwa pelaku akan dijerat pasal berlapis atas kepemilikan narkoba dan senpira beserta dua peluru aktif di dalamnya. “Atas perbuatanya, pelaku akan diancam hukuman maksimal terhadap pelaku ini 20 tahun penjara atau seumur hidup,” jelasnya.

Sementara, pelaku UG mengatakan, bahwa dirinya hany mendapatkan uang jasa antar dari barang haram yang diperolehnya itu dari salah seorang bandar besar di wilayah desanya, dan akan kembali dijual ke salah seorang pengedar yang juga berada di desanya sendiri.

“Aku ikut bisnis narkoba ini sejak tiga bulan terakhir. Dan setiap kantong aku dapat uang Rp1 juta setelah transaksi. Kalau asal barang ini tidak tahu dari mana, tapi aku dapat dari bandar didusun dan dijual di dusun juga pak,” akunya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya