oleh

Ambroncius Diproses Hukum, Arie Kriting Sebut Satu Kata, Mantap!

KOMIKA Arie Kriting mendukung penuh proses hukum atas kasus dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA yang menimpa eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

Diapun menilai sudah saatnya para pelaku rasis diproses secara hukum agar tidak terulang lagi oleh pihak lain.

Arie menuliskan hal tersebut di akun Twitter-nya, Selasa (26/1/2021) malam. “Mantap, ada saatnya menggunakan pendekatan hati, seperti kasus yang menimpa bro (Paul) Shady, tapi ada juga yang baiknya melalui jalur hukum,” cuitnya.

Sementara itu, di akun Instagramnya pada hari yang sama, Arie juga mengungkapkan persoalan rasisme yang sering menimpa Melanesian, yaitu sebutan suku bangsa dengan ras hitam yang berada wilayah Papua dan sekitarnya.

“Melanesian harus menyadari, bahwa ada karunia besar dalam diri kita ini sebagai manusia. Segala macam bentuk kebudayaan yang berusaha menjajah alam pikiran kita, harus kita kalahkan,” jelasnya.

Suami aktris Indah Permatasari itu menegaskan orang Melanesian tidak lebih buruk atau lebih rendah dari bangsa lainnya. “Kita orang Melanesian tidak butuh meyakinkan orang lain bahwa kita gagah dan menarik dengan wujud kita apa adanya. Kita sendirilah dulu yang harus bangga pada apa yang kita miliki,” sebutnya.

“Biarkan saja pikiran buruk mereka tentang keberadaan Melanesian itu menjadi penyakit dalam hati mereka semua. Bukan salah kita, jika mereka menjadi rasis karena kedangkalan pikiran dan nuraninya, lalu menilai kita hanya dari warna kulit, rambut dan wajah semata. Melanesian harus tetap bangga dan bahagia, karena kita lebih dari sekedar tampang,” bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ambroncius Nababan resmi tersangka dengan dijerat Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dan/atau Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis dan/atau Pasal 156 KUHP.

Ambroncius Nababan sendiri mengakui bahwa dirinyalah yang memposting foto Natalius Pigai disandingkan dengan seekor Gorila. Namun ia membantah telah bertindak rasis.

“Enggak ada, saya bukan rasis. Saya juga diangkat warga Papua, saya juga sebagai anak Papua jadi enggak akan mungkin saya melakukan rasis kepada suku Papua apalagi ke NP (Natalius Pigai),” ujarnya saat mendatangi Bareskrim Polri, Senin (25/1/2021) malam. (nin/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya