oleh

Ambulance Apung ‘Dulur Kito’ Evakuasi Ibu Baru Melahirkan Terpapar Covid-19

DIREKTORAT Polairud Polda Sumsel cepat tanggap membantu penanganan virus Corona atau Covid-19. Seperti kemarin (21/5) sekitar pukul 11.30 WIB, Pangkalan Sandar Upang Ditpolairud Polda Sumsel, membantu pemulangan jenazah seorang bayi yang positif Covid-19.

Begini ceritanya. Ada seorang ibu bernama Ita Irwana, warga Desa Upang Induk, Kecamatan Air Salek  Kabupaten Banyuasin, akan melahirkan. Sekitar pukul 04.00 dini hari WIB, dirujuk ke RS Pelabuhan Bom Baru Palembang. Tak lama kemudian, Ita melahirkan bayi perempuan. Namun, bayi tersebut tak lama kemudian meninggal dunia.

Setelah itu, pasien Ita dilakukan rapid test dan hasilnya positif Covid-19. Namun, saat ini masih menunggu hasil Swab-nya. Sekitar pukul 09.00 WIB, Kades Upang Induk menghubungi Pangkalan Sandar Upang Ditpolairud Polda Sumsel untuk minta bantuan.

“Speed boat yang mengantar pasien ke rumah sakit, tidak mau lagi. Mencari carteran speed boat lain, juga tidak bersedia,”ujar Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Yohanes Sismardi Widodo kepada SUMEKS.CO.

Akhirnya, Ditpolairud bergerak. Kepala pos pangkalan Sandar Upang, Bripka Mugiyoni menghubungi Kepala tim Unit Cepat Penanggunganan Covid-19 (UCPC19) Bripka Hendri Suhendri.

“Sekitar pukul 11.00 WIB, langsung menuju  RS Bom Baru Palembang untuk mengurus jenasah bayi perempuan dari Ibu pasien terpapar C19,”lanjutnya.

Setelah Itu, Bripka Hendri berkoordinasi dengan kepala KKP Sumsel utuk Ijin mebawa keluarga pasien Ke Dermaga Pelabuhan Boom Baru Palembang.

Sekira Pukul 15.00 WIB, Speedboat  dengan “Ambulance Apung  Dulur Kito” dari Pos Pangkalan Upang tiba di Dermaga Pelabuhan Boom Baru. “Pasien yabg sudah disiapkan dengan peralatan APD yang lengkap, dibawa dengan speedboat ambulan terapung dulur kto,”jelasnya.

Sekira pukul 15.10 WIB, Kapos Pangkalan Upang Bripka Mugiyono beserta keluarga pasian terpapar C19 sebanyak 4 orang dan 1 bayi, bertolak dari dermaga Boom Baru menuju desa Upang. “Tiba sekitar pukul16.00 WIB,”lanjutnya.

Pamen berpangkat melato tiga menegaskan, jenazah bayi langsung dikuburkan dengan protokoler Covid 19 bersama keluarga korban.

Personel Pangkalan Sandar Upang, ikut membantu proses penguburan jenazah bayi tersebut. “Setelah selesai penguburan, ambulance apung  Dulur Kito dibersihkan dan disemprot dengan disinfektan,”tukasnya.(vis)

Komentar

Berita Lainnya