oleh

Anak John Kei Ketakutan: Saat Ditodong Pistol, Papa Angkat Tangan

SUMEKS.CO- Suasana mencekam saat penangkapan John Kei dan anak buahnya masih terkenang jelas di ingatan Maria Erviliana “Melan” Refra. Putri John Kei itu melihat sendiri ayahnya ditodongkan pistol dan diborgol oleh aparat kepolisian.

Seperti diberitakan PojokSatu.id (Jawa Pos Group), Melan menceritakan detik-detik ketegangan saat penggerebekan John Kei di rumahnya, di Jalan Titian Indah Utana X, Bekasi, Jawa Barat. Saat itu, suasana mendadak mencekam. Dari luar rumah terdengar suara rentetan tembakan.

John Kei buru-buru mengungsikan keluarganya dari ruang tamu ke dalam kamar. Mencoba mencari perlindungan dan menyelamatkan diri. Putri sulung John Kei itu ketakutan. Ia membayangkan serangan balasan dari pihak Agrapinus Rumatora yang biasa dipanggilnya Opa Nus.

Minggu siang sudah terdengar kabar tentang penyerangan yang dilakukan anak buah John Kei ke tempat tinggal Nus Kei di perumahan Green Lake City, Cengkareng, Jakarta Barat. Seorang anak buah Nus Kei, berinisial ER, tewas dengan tujuh luka bacokan senjata tajam. Bukan itu saja, tubuhnya dilindas kendaraan yang digunakan anak buah John Kei dalam penyerangan.

Seorang anak buah Nus Kei lainnya, AR, mengalami luka-luka akibat bacokan. Empat jarinya putus. John Kei disebutkan berada di balik penyerangan itu. Maka, hal pertama yang terlintas di benak Melan Refra saat mendengar suara rentetan tembakan di luar rumahnya malam itu adalah ini serangan balasan dari Opa Nus. “Aku pikir itu serangan dari pihak sana. Kita kaget di rumah, ketakutan,” cerita putri sulung John Kei.

Beberapa jam setelah perbincangan dengan RMOL itu, Melan Refra dan tim kuasa hukum John Kei mengunjungi John Kei yang sedang ditahan di Polda Metro Jaya. Kata Melan Refra, ibunya yang memiliki riwayat vertigo juga ketakutan dan bersembunyi di dalam kamar. “Pintu rumah digedor-gedor dari luar,” kata Melan Refra.

Setelah mengamankan anggota keluarganya dan mengetahui bahwa yang melepaskan rentetan tembakan dan menggedor pintu rumah adalah polisi, John Kei keluar untuk memeriksa keadaan. Tak lama Melan Refra juga keluar kamar menyusul ayahnya.

“Saat ditodong pistol, Papaku angkat tangan, tidak ada perlawanan. Di sebelahnya itu adikku. Adikku juga tidak ada perlawanan,” ceritanya lagi.

Tangan John Kei diborgol. Ia didudukkan di ruang tamu. Sementara anak buah John Kei yang saat penggerebekan berada di sekitar rumah sudah lebih dahulu dilumpuhkan. Mereka telungkup di teras dengan tangan diborgol ke bagian belakang tubuh. “Saya lihat sendiri Papa diborgol,” pungkasnya.(rmol/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya