oleh

ANAK NKRI Aksi di Jakarta, ini Tuntutannya

JAKARTA – Aksi penolakan terhadap UU Cipta Kerja di ibu kota masih terjadi, Selasa (13/10). Ratusan massa dari Aliansi Nasional Anti-Komunis Negara Kesatuan Republik Indonesia (ANAK NKRI) berkumpul di sekitar Patung Kuda, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (13/10) sekitar pukul 12.55 WIB. Mereka datang untuk menyatakan sikap menolak UU Cipta Kerja (Ciptaker). Massa turut membawa sebuah mobil komando dalam aksi kali ini.

Tampak beberapa massa juga membawa bendera organisasi dan Merah Putih dalam aksi kali ini.

Massa juga membawa spanduk dalam aksi kali ini. Spanduk itu diletakkan massa di sisi kanan dan depan mobil komando.

Di sisi depan, spanduk berisi tulisan bahwa aksi dilakukan ANAK NKRI. “Aksi 1310. Tolak UU Ciptaker atau Cilaka. Aliansi Nasional Anti Komunis. ANAK NKRI,” tulis pesan spanduk yang diletakkan di sisi depan mobil komando.

Sementara itu, sisi kanan spanduk yang diletakkan di sisi kanan mobil komando, berisikan tentang tujuh tuntutan dan pernyataan sikap ANAK NKRI.

Dalam poin pertama, ANAK NKRI mendukung aksi rakyat menolak UU Cilaka atau UU Ciptaker di Indonesia. Poin kedua, ANAK NKRI meminta stop kezaliman terhadap rakyat. “Segera batalkan UU Cilaka (UU Ciptaker, red),” tulis poin tuntutan dan pernyataan sikap ANAK NKRI.

Selanjutnya, ANAK NKRI meminta dibebaskannya semua pelaku aksi demo yang ditangkap. Kemudian ANAK NKRI mendorong semua elemen bangsa untuk bangkit melawan kezaliman.

“Menuntut Jokowi mundur. Menuntut semua partai pendukung UU Cilaka (UU Cipta Kerja, red) untuk segera membubarkan diri,” tulis poin tuntutan dan pernyataan sikap lainnya. Masih berdasarkan pantauan, sejumlah massa yang hadir tampak mengenakan pakaian serbaputih dalam aksi.

Sebagian lain mengenakan pakaian berwarna hitam. Banyak remaja yang ikut dalam aksi kali ini. Mereka tampak menjadi kelompok berbeda dari peserta aksi dari ANAK NKRI. Sebagian catatan, ANAK NKRI merupakan gabungan massa massa dari organisasi seperti Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF U). (ast/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya