oleh

Andani Apresiasi Anies, Sebut Gubernur yang Paham Konsep Pandemi

SUMEKS.CO – Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Andani Eka Putra mengapresiasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam penanganan Covid-19.

Pujian disampaikan Andani setelah membaca dan memposting salah satu berita ke Grup WhatsApp Kawal Covid-19 Sumbar yang diinisiasi para akademisi bersama para dokter, media, para kepala daerah, pengacara, pegiat kebencanaan, birokrat, Tim Gugus Tugas Covid-19, pimpinan DPRD dan unsur lainnya di Sumbar dan rantau.

Dalam berita yang dilansir salah satu media pada Kamis (23/7/2020) dini hari tersebut, DKI Jakarta mencatatkan rekor baru pertambahan kasus Covid-19 pada Selasa (21/7/2020).

Anies justru bersyukur karena itu berkat upaya pihaknya bisa menemukan warga di DKI Jakarta yang positif Covid-19 di saat mereka tidak menyadari. “Daripada mereka tidak tahu, lalu pulang ke rumah menularkan orang tua dan lingkungan,” kata Anies.

Anies menjelaskan rujukan angka positivity rate (PR) sebagai upaya memutus masa rantai penularan korona. DKI meningkatkan kapasitas testing untuk menemukan kasus Covid-19.

Dia juga terus meminta seluruh elemen masyarakat saling mengingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19, seperti memakai masker dan menjaga jarak.

“Inilah gubernur yang paham dengan konsep pandemi, setelah kita (Sumbar) melakukan beberapa bulan lalu,” ungkap Andani yang baru-baru ini diapresiasi berbagai kalangan karena Ia bersama timnya dan stakeholder di Sumbar dinilai berhasil menangani Covid-19 hingga dipercaya Kepala Gugus Tugas Nasional Covid-19 Doni Monardo dalam membantu penanganan Covid-19 di Jawa Timur.

Sebagaimana diketahui, apa yang dilakukan DKI Jakarta saat ini sudah dilakukan Sumbar sejak beberapa bulan lalu. Bahkan menjadi rujukan nasional dan diapresiasi Presiden Jokowi. “Gubernur Sumbar memahami konsep pandemi itu dan selalu berkomunikasi dengan kami serta stakeholder lainnya,” kata Andani.

Andani menambahkan, kasus positif baru di DKI itu bertambah namun positivity rate (persentase kasus positif dibanding total kasus yang diperiksa, red) turun.

Namun, kata Andani, itu adalah asimptomatik (penyakit yang sudah positif diderita oleh seseorang, tetapi tidak memberikan gejala klinis apapun terhadap orang tersebut, red). “Ringan itu. Baik secara epidemiologi, namun jelek secara politis,” tambah Andani.

Sebelumnya, Andani menyebutkan bahwa prinsip utama pencegahan pandemi adalah menemukan sebanyak-banyaknya orang yang menjadi sumber penularan, bukan mengobati di rumah sakit.

“Saya berani mengatakan kalau kasus kita banyak dan meningkat terus, itu menggembirakan karena yang ditemukan adalah orang-orang yang berpotensi menularkan sehingga bisa diputus mata rantai Covid-19 ini,” katanya kepada wartawan, Kamis (7/5/2020) lalu.(esg/padek.jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya