oleh

Anggaran Colourful Festival Mulai Disorot

-Sumsel-276 views

MUARA ENIM – Anggaran 25 colourful festival tahun 2019 yang dilaksanakan masing masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Muara Enim mulai disorot. Pasalnya festival yang digelar terkesan pemborosan anggaran. Sehingga bertolak belakang dengan jargon yang diusung pemerintahan Ahmad Yani-Juarsah  MERAKYAT.

“Sebaiknya anggaran yang ada digunakan untuk kegiatan yang benar benar menyentuh kepada masyarakat lapis bawah,” jelas Ketua Harian DPD Partai Golkar Muara Enim, H Adriansyah SE, Selasa (19/11).

Menurutnya, jangan sampai jargon perubahan yang diusung pemerintahan Ahmad Yani-Juarsah, hanya perubahan warna. Artinya, lanjutnya, bukan perubahan pada esensi yang sesungguhnya seperti yang dituangkan dalam visi dan misi bupati-wakil bupati 5 tahun kedepan.

Selain itu, kata Adriansyah, apa output maupun outcame yang dihasilkan dari seluruh rangkaian kegiatan festival tersebut. “Jika tujuannya untuk menarik kunjungan wisata ke Muara Enim, apakah dengan adanya berbagai festival tersebut kunjungan wisata ke Muara Enim telah meningkat,” tegasnya.

Dia berharap, pada akhir tahun anggaran 2019 ini, Plt Bupati Muara Enim dan Sekda Muara Enim selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melakukan evaluasi secara menyeluruh atas kegiatan colourful tersebut. Apalagi, lanjutnya, jika memang benar, anggaran colourful tersebut dikelola oleh satu OPD. Sedangkan OPD lainnya hanya bertugas sebagai penyelenggara saja.

Hal senada dikatakan Seketeris DPC PDI Perjuangan Akhmad Imam, mengatakan rangkaian kegiatan colorful festival 2019 ini tidak disosialisasikan kepada masyarakat maka hasilnya tidak akan bagus karena salah multi tafsir terhadap kegiatan colorful.

Namun dalam rangkaian kegiatan colorful festival 2019 Pemda Muara Enim terkesan tertutup baik sumber pendanaannya. “Oke katakanlah sumber pendanaannya dari pihak ke tiga. Namun harus jelas dan disampaikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Dirinya mengaku sepakat colorful festival 2019 itu mengangkat potensi kebudayaan Kabupaten Muara Enim, untuk pertumbuhan UMKM atau industri inpirasi kedepannya. Tapi Pemda Muara Enim ini, kata dia, tidak mau transparan dan mau kemas sendiri. “Yang terjadi masyarakat hanya disuguhi kegiatan colorful festival bahwa ada kegiatan festival duren, nyeruput 5000 kopi. Namun tidak disebutkan tujuan kegiatan colorful kedepannya bagaimana,” tegasnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pariwisata Muara Enim, Isdrin, ketika dikofirmasi, mengatakan bahwa Dinas Pariwisata pada colourful festival tersebut hanya sebagai kordinator dalam kepantiaan besar penyelenggaraan.

Sedangkan anggaran pelaksanaan festival dikelola oleh masing masing OPD yang menyelenggarakan kegiatan tersebut. “Dinas Pariwisata terbentuk pada Mei 2019, sedangkan kegiatan colourful festival  mulai berjalan sejak bulan Januari,” jelas Isdrin yang berhasil dijumpai di ruang kerjanya, Selasa (19/11).

Dijelaskannya, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) bupati ada 25 colourful festival yang dilaksanakan selama tahun 2019. Pada pelaksanaannya masing masing OPD menjadi penanggungjawab. “Jadi tidaklah benar kalau anggaran colourful festival dikelola oleh Dinas Pariwisata. Anggaran yang ada pada Dinas Pariwisata Rp4,2 Miliyar sebagian untuk colourful festival tetapi sebagian lagi untuk kegiatan rutin,” jelasnya.

Lanjutnya, kegiatan colourful festival baik anggaran maupun pelaksanaannya dilakukan oleh masing masing OPD. Seperti colourful festival insane berprestasi dilaksanakan oleh BPKAD, mobil hias dilaksanakan Kominfo. Kemudian kegiatan sebelumnya tunggu tubang dilaksanakan oleh PMD. (ozi)

Komentar

Berita Lainnya