oleh

Anggota DPD Dapil Bali Dilaporkan Aniaya Ajudan Gara-gara Tas

BALI – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal daerah pemilihan (Dapil) Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK) dilaporkan ke Reskrimum Polda Bali. AWK dipolisikan atas kasus penganiayaan terhadap ajudannya berinisial PTMD (21).

Selain sebagai ajudan, pemuda asal Negara, Kabupaten Jembrana, Bali itu merupakan mahasiswa fakultas ekonomi semester 6 di Universitas Mahendradatta.

“Korban ini mahasiswa yang diperkerjakan sebagai ajudan oleh AWK. Korban mengaku digaji Rp 750 ribu. Dijadikan ajudan pun, tanpa SK,” beber pengacara korban, Agung Sanjaya.

Selama kuliah di Universitas Mahendradatta, korban memang ditanggung dan tinggal di sebuah asrama yang disediakan oleh pihak kampus.

Korban mengaku sudah tiga kali dianiaya oleh pelaku. Karena itu, dia memilih untuk melapor ke polisi.

“Ini kejadian ke-3 korban dianiaya oleh terlapor, makanya korban mengalami trauma,” terang Agung.

Agung mengatakan, kliennya dianiaya pada Kamis (5/3) lantaran tak sengaja menjatuhkan tas milik AWK ketika mengambilnya dari dalam mobil.

“Ketika itu korban berada di rumah AWK. Kemudian disuruh AWK untuk mengantarkan tas dan beberapa barang ke kampus Universitas Mahendradatta,” katanya.

Korban yang dibantu sopir, kemudian memasukkan barang tersebut ke mobil dan mengantarkan barang tersebut ke kampus.

“Ketika sampai di kampus, korban membuka pintu mobil. Ketika mengambil tas tersebut, korban tidak sengaja menjatuhkannya,” imbuhnya.

Mengetahui tasnya jatuh, AWK marah kepada korban dengan kata-kata yang tidak pantas.

“Sesampainya di ruangan, wajah korban di sebelah kiri dan kanan dipukul. Kemudian korban dicekik di bagian leher,” ungkap Agung Sanjaya seraya menunjukkan bekas penganiayaan tersebut.

“Hasil visum menyatakan positif, ada bekas penganiayaan, terutama cekikan di leher terlihat juga,” terang Agung Sanjaya.

Setelah menerima perlakuan kasar dari bosnya, korban kemudian pulang kampung dan menceritakan perkara tersebut kepada keluarganya.

Keluarga korban kemudian meminta pihak Koalisi Rakyat Bali (KRB) dan Agung Sanjaya membawa kasus ini ke jalur hukum. (bx/ris/man/jpr/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya