oleh

Anggota TNI Gugur Dipanah Pengunjuk Rasa di Papua Penugasan dari Kodam II Sriwijaya

-Headline-384 views

Aksi demo massa Papua,Rabu (28/8/2019) di Kantor Bupati Deiyai, Papua, jatuh korban jiwa. Seorang anggota TNI telah gugur setelah terkena panah dari warga, sedangkan empat lainnya mengalami luka-luka.

Anggota TNI yang gugur terkena panah dari aksi masa bernama Serda Rikson, penugasan dari Kodam II Sriwijaya.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol Eko Daryanto membenarkan hal itu.

“Nama anggota yang gugur Serda Rikson satuan dari Kodam II Sriwijaya,” kata Kapendam.

Menurutnya, saat ini jenazah Serda Rikson sedang di evakuasi menuju Nabire yang menempuh perjalanan darat sekitar delapan jam.

Selain itu ternyata juga ada lima anggota aparat keamanan gabungan TNI dan Polri terluka akibat dipanah warga saat aksi unjuk rasa yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Deiyai.

“Ada lima yang terkena panah dan salah satunya meninggal,” ungkapnya.

Informasi yang dihimpun, Serda Rikson yang juga anggota TNI dari Kodam II/Swj, gugur akibat terkena panah dan dibacok parang di kepala.

Kapolda Irjen Pol Rudolf Albert Rodja mengatakan, keributan itu terjadi saat aksi demo di halaman kantor Bupati Deiyai. “Semua korban sudah dievakuasi ke Enarotali. Situasi di Kabupaten Deiyai malam ini aman,” ungkap Kapolda Albert Rodja, hari ini.

Dia menyebutkan, aksi demo awalnya berlangsung aman. Pesertanya sekitar 100 orang. Namun, di tengah orasi, tiba-tiba datang massa dalam jumlah banyak. Sekitar 1.000-an orang.

Menurut Kapolda, massa yang baru datang itu langsung melakukan aksi anarkis. Anggota TNI yang berada di dalam mobil militer diserang.  Saat itulah Serda Rikson dibacok dan terkena panah di bagian kepala.

“Mereka juga merampas sekitar 10 pucuk senjata api, lalu menembaki petugas TNI-Polri yang sedang mengamankan unjuk rasa,” jelas Albert Rodja.

Mendapat serangan mendadak itu, aparat keamanan membalas. Mereka menembaki massa yang membawa senpi. Peluru petugas berhasil menewaskan dua orang.

Sementara itu, Kapendam Kodam XVII Cenderawasih Letkol Eko Daryanto membenarkan hal itu. “Nama anggota yang gugur Serda Rikson satuan dari Kodam II Sriwijaya,” kata Kapendam.

Menurutnya, saat ini jenazah Serda Rikson sedang dievakuasi menuju Nabire yang menempuh perjalanan darat sekitar delapan jam.

Dikonfirmasi terpisah, Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto mengatakan, jenazah Serda Rikson sudah dievakuasi ke Nabire melalui jalan darat. Sedangkan anggota TNI dan Polri yang terluka sedang mendapatkan perawatan medis. “Ada satu anggota TNI bernama Sersan Sahuder yang saat ini kritis,” katanya.

Koordinator Aksi Demo, Yul Toa Motte, melalui sambungan telepon menyebutkan, aksi demo yang diikuti sekitar 500 orang itu sebenarnya merupakan aksi lanjutan. Massa, menurut Yul Motte, berkumpul pukul 09.00 WIT.

Sedangkan bentrok terjadi sekira pukul 13.00 WIT. “Saya melihat sendiri aparat TNI lepas gas air mata, kemudian dilanjutkan dengan peluru,” katanya.  Kapendam II/Swj Kolonel Inf Djohan Darmawan saat dikonfirmasi tadi malam mengatakan, dirinya belum bisa memberikan pernyataan. “Karena masih dalam kewenangan di Papua,” katanya.  (jpg/jul)

Komentar

Berita Lainnya