oleh

Angin Badai Landa Puncak Dempo

PAGARALAM – Terjangan badai disertai angin kencang berkabut sejak tiga hari lalu. Tengah melanda puncak serta sekitar kawasan Gunung Api Dempo (GAD). Ini ditunjukkan melalui hasil rekaman alat seismograf sering terjadi kemunculan noise.

“Hasil rekaman seismograf mencatat ada beberapa kegempaan. Kemudian sering terekam noise menunjukkan puncak Dempo tengah dilanda angin badai. Sedangkan secara visual gunung terlihat jelas terkadang berkabut,” ungkap Ketua Pos Pemantauan Gunung Api Dempo, Megian Nugraha, hari ini.

“Hasil rekaman seismograf mencatat ada beberapa kegempaan. Kemudian sering terekam noise menunjukkan puncak Dempo tengah dilanda angin badai. Sedangkan secara visual gunung terlihat jelas, terkadang berkabut,” terangnya.

Kondisi ini sebut Megian, memungkinkan puncak Dempo masih terbilang aman untuk pendakian. Meski demikian, pihaknya tetap merekomendasi sekaligus mengimbau jarak aman. Tidak mendekat ke kawah radius 1 kilometer.

“Perlu juga mewaspadai badai angin kencang dan berkabut tengah melanda kawasan Gunung Dempo. Sesuai dengan siaran pers dari pihak BMKG. Saat ini wilayah Indonesia tengah dilanda angin kencang disertai guyuran hujan,” imbaunya.

Pihaknya memprediksi, volume pendaki jelang Ramadhan diprediksi mengalami penurunan. “Para pendaki untuk tetap menjaga lingkungan dan alat pemantau. Serta tidak mendekati kawah, karena sifatnya freatik gejalanya atau fenomena alam tidak bisa diprediski sebelumnya,” katanya.

Lebih jauh Megian menjelaskan. Bagi instansi maupun para komunitas pecinta alam yang akan melakukan aktifitas di kawasan Gunung Api Dempo. Hendaknya terlebih dahulu berkordinasi dengan pihak terkait. Untuk data sementara ini, aktifitas Gunung Dempo nihil aktifitas vulkanik kondisi GAD masih berada level I aktif normal.

“Berharap kepada para pendaki tidak merusak alat pemantauan Gunung Api Dempo di puncak kawah. Sehingga sangat membahayakan keselamatan banyak orang. Serta tidak melakukan aktifitas pembakaran di sekitar kawasan Gunung Dempo, karena sangat berbahaya berpotensi memicu terjadi kebakaran,” pungkasnya. (ald)

Komentar

Berita Lainnya