oleh

Angka Kematian Covid19 Tinggi, Warga Dihimbau Testing Mandiri

SUMEKS.CO, PALEMBANG -Angka kematian pasien Covi19 di Sumsel terjadi cukup siginifikan beberapa hari terakhir. Hal ini perlu diantisipasi dengan mawas dirinya mandiri. Pasalnya dari beberapa kasus, meninggalkan pasien Covid19, lantaran terlambat datang ke rumah sakit.

“Sebenarnya penyebab dari meningkatnya kasus kematian covid 19 ini adalah, keterlambatannya pasien yang terpapar untuk datang kerumah sakit,” jelas Asisten III Pemprov Sumsel bidang Administrasi dan Umum, Prof Eduar Juliartha, Rabu (4/8).

Selain itu, diakui, beberapa kasus pasien Isoman meninggal tidak terpantau dengan baik. “Pasien yang isoman dirumah ini tidak ada yang memantau. Beda jika menjalani perawatan di Wisma Atlet atau rumah sakit. Ada nakes yang memeriksa secara rutin,” ungkapnya. Ia pun menganalogikan, jika ada 100 pasien Covid19, maka yang meninggal sekitar 25 orang.

Lebih lanjut eduar mengatakan, warga terkadang tidak menyadari jika memiliki penyakit bawaan. “Kebanyakan yang meninggal itu kan karena mereka tidak mengetahui penyakit bawaan mereka, jadi saya himbau agar selalu menyelaraskan saturasi agar tidak terlambat,” ujarnya.

Lanjutnya, masyarakat dihimbau agar tidak malas dalam melakukan testing dan tracing. Ini menjadi begitu penting untuk memutus mata rantai Covid19.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalin Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Sumsel, H Ferry Yanuar MKes saat dibincangi via telephon mengatakan secara persentase angka kematian di Sumsel sedikit turun bulan ini. Namun untuk jumlah kasusnya terjadi peningkatan. ” Persentasenya turun menjadi 4,4 persen dibanding sebelumnya lima persen,” beber dia.

Berdasarkan data Dinkes Provinsi Sumsel, hampir semua kabupaten/kota di Sumsel berada di zona merah. Sedangkan jumlah kasus terkonfirmasi per hari ini Rabu (4/8), sebanyak 724 kasus baru. (edy)

Komentar

Berita Lainnya