oleh

Angkat Kisah Tebat Petai Tebing Tersalup, Kaira Raisya Puteri Juara 1 Lomba Cerita Daerah Se-Sumsel

Lomba Cerita Rakyat Daerah Sumsel Virtual Digelar Perpustakaan Daerah Sumsel

SUMEKS.CO- Siswa Sekolah Dasar se Sumsel beraksi di panggung virtual. Mereka mengikuti Lomba  Cerita Daerah hingga Fiksi Populer Nasional, yang digelar Perpustakaan Dearah Sumsel.

Bagi mereka, untuk tampil di hadapan juri,  rasa malu bukan perkara lagi. Semua peserta ialah juara perwakilan dari Kabupaten/Kota.  Tepat pukul 8 pagi,  28 JUli 2020  sayembara di mulai. Perangkat kamera dan pengeras suara siap. Begitupun koneksi internet, sinyalnya stabil.

Walaupun di muka acara sempat ada kendala teknis.  “Tapi semua bisa diatasi, Siswa dari Musi Rawas gagal tampil pertama. Tapi dialihkan ke nomor urut selanjutnya,”  Tutur Dewi Kabid Pelayanan Informasi Perpustakaan Sumsel.

Ada 10 siswa saling beradu keterampilan. Masing -masing di berikan waktu tidak lebih dari 15 menit oleh Perpustakaan daerah Sumsel.

Ternyata cukup sengit untuk dapat mewakili Sumsel. Dalam lomba cerita Lembaga Nasional Perpustakaan RI 2020. Mereka tampil serupa aktor profesional. Mulai dari; gimik menangis, tertawa, centil dan gagah perkasa diperagakan.

Sampailah giliran Kaira Raisya Puteri siswi SDIT AL FURQON Palembang. Dia bercerita. Angkat kisah Tebat Petai Tebing Tersalup. Cerita Rakyat dari Kabupaten OKU Selatan. Ternyata, berhasil mengatarnya menjadi juara pertama. “Juaranya siswi Palembang.  Nilainya 970”, Pengumuman Kepala Dinas Perpustakaan Sumsel Mislena S.E., M.M

Selanjut nya diraih Zaki Faiz Ramadan (Lubuk Linggau), Cahyadi Imam Taufik (Musi Banyuasin), Salsabila Azzahra (Muara Enim), Athira Salsabila Al-aras (OKU Timur), dan Rujiat Apriliawati A (OKI).

Ya keputusan juri ini  mutlak. Ditetapkan di Palembang 28 Juli 2020. Itulah Bunyi berita acara nomor: 041 /dispustaka/VII.Sumsel.tentang lomba cerita virtual.

Akhirnya ada 6 juara. Hanya juara pertama yang mewakili Sumsel di tingkat nasional. September 2020 nanti. Bukan hanya itu. Hadiah uang pembinaan Rp 3 Juta jadi miliknya.
“Kami ucapkan selamat pada Kaira”, “Selamat ya Kaira,”  Saut peserta lomba cerita virtual.

Berbeda dari biasanya. Tahun ini di gelar perdana secara virtual. Lantaran Covid-19 ancam kesehatan siswa siswi.

Kendati dalam suasana pandemi,  Sumsel optimis masuk tiga besar nasional. Seperti halnya tahun 2019. Kiprah Sumsel cukup cemerlang membawa pulang predikat harapan satu Nasional.
“lomba ini perdana secara virtual, tapi Sumsel optimis rebut 3 besar nasional”, Tutup Mislena kepada Sumeks.Co. (Bima/Mg1)

Komentar

Berita Lainnya