oleh

Angkut Narkoba dengan Motor dari Riau ke Sumsel

-Headline-227 views

Kapolda : Peredaran Narkoba Sangat Memprihatinkan

Palembang – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel berhasil membekuk empat kurir narkoba jenis sabu-sabu (SS) dan pil ekstasi, Jumat (9/8) lalu. Barang bukti sebanyak 4 Kilogram SS dan 5000 butir pil ekstasi logo minion tersebut dibawa tersangka dari Pekanbaru, Riau menggunakan sepeda motor menuju Palembang.

Empat tersangka itu yakni Randi Arfan (28), warga Jl Taskurun III, No 6, Kabupaten Siak, Pekan Baru Riau, Suherman (32), warga Jl Balai Kayang, Kabupaten Siak, Pekan Baru Riau, Julian Efendi (34), warga Jl Boster Warung Pojok, Kecamatan AAL, dan Ardiansyah (35), warga Jl Depaten Lama, Kelurahan 27 Ilir.

Awalnya, petugas meringkus Randi Arfan dan Suherman yang membawa paketan SS dan pil ekstasi dari Pekanbaru, Riau melalui jalur darat berboncengan dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja di perbatasan Jambi dan Sumsel. Barang bukti tersebut disimpan dalam tas ransel warna hitam. Keduanya setelah dibuntuti kemudian dicegat di depan Mapolsek Talang Kelapa, Banyuasin.

“Tersangka Randi Arfan dan Suherman sempat dilakukan pengejaran dan akhirnya kedua tersangka berhasil dihadang di depan Mapolsek Talang Kelapa, Banyuasin. Dari hasil pengembangan petugas meringkus tersangka Julian Efendi di sebuah toko empek-empek di Kertapati dan Adiansyah di kawasan Talang Semut,” terang Direktur Ditres Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman, saat rilis Kamis (15/8) siang.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli MSi yang merilis langsung ungkap kasus tersebut mengungkapkan kekhawatirannya terhadap peredaran narkotika di Sumsel. Baru selama 1,5 bulan menjabat Kapolda Sumsel, diakuinya peredaran narkoba sudah sangat memprihatinkan.

“Sudah sangat memprihatinkan. Untuk melindungi segenap tumpah darah anak bangsa kita harus memotong mata rantai suplai narkoba yang akan masuk ke Sumsel,” ujar Kapolda Sumsel yang didampingi Wakapolda Sumsel dan sejumlah PJU Polda Sumsel.

Kapolda menambahkan, kejahatan narkoba merupakan kejahatan transnasional. Untuk itu Polri tidak akan pernah berhenti mengungkap dan menangkap pelaku. Termasuk mengungkap serta mengusut sumber hasil kekayaan para bandarnya dengan menerapkan undang undang tindak pidana pencucian uang (TPPU). “Kita sudah menjerat bandar narkoba yang diamankan beberapa waktu lalu dengan UU TPPU dengan menyita aset pelakunya mencapai puluhan miliar,” tukas Kapolda.(dho)

Komentar

Berita Lainnya