oleh

Aniaya Istri, Medi Dituntut 10 Tahun

PALEMBANG, Sungguh tega apa yang telah dilakukan oleh terdakwa Junaidi alias Madi yang telah melakukan tindakan penganiayaan terhadap istri sendiri, atas perbuatannya itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tommy Horison mengganjarnya dengan tuntutan pidana penjara selama 10 tahun.

Hal itu diketahui dalam gelar sidang Virtual Kamis (13/8), dihadapan majelis hakim PN Palembang diketuai Touch Simanjuntak SH MH dengan agenda pembacaan tuntutan.

Dalam petikan tuntutanya JPU menyatakan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga.

“Sebagaimana Diatur Dan Diancam Pidana Dalam Pasal 44 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan pidana penjara selama 10 tahun,” tegas JPU Rizki Handayani SH yang dibacakan oleh JPU pengganti Tommy Horison SH.

Mendengar tuntutan itu, terdakwa yang tanpa didampingi penasihat hukumnya ini terlihat dilayar monitor sidang sedikit kaget dan meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim.

“Saya khilaf pak hakim telah memukuli istri dan melempar piring hingga menyebabkan istri saya terluka, saya kepikiran sama anak saya yang lima orang itu pak, mohon keringanan hukuman pak,” pinta terdakwa.

Kejadian bermula saat Ratna dan anaknya pulang dari mengemis di sekitaran Masjid Agung Palembang, pulang dengan tidak membawa uang. Junaidi menyuru istri dan anaknya kembali mengemis, namun Ratna menolak permintaan suaminya tersebut.

Penolakan yang dilakukan oleh Ratna tersebut memancing emosi Junaidi yang langsung memukul Ratna pada bagian wajah nya berulang kali, yang menyebabkan memar. Tidak berhenti dengan tindakannya itu Junaidi kembali memukuli dan menendang badan Ratna sampai tersungkur.

Junaidi juga memukul kepala Ratna menggunakan sebuah piring, hingga menyebabkan kepala istrinya tersebut robek. Dari hasil visum rumah sakit, terdapat bukti kekerasan pada tubuh Ratna. (mg3)

Komentar

Berita Lainnya