oleh

Anjuran bagi Ibu Hamil di Tengah Wabah Corona

LONDON – Anda atau pasangan Anda tengah hamil di tengah wabah corona, yang semakin hari semakin mengkhatirkan ini? Perlukah Anda rutin memeriksakan kandungan Anda?

Jika pertanyaannya demikian, maka jawabnya adalah ya. Menurut Royal College of Midwives, di London, Inggris, sangat penting bagi ibu hamil untuk tetap memeriksakan kondisinya juga bayi yang dikandungnya, meski di tengah wabah yang penuh dengan ketidakpastian ini. 

Menurut pihak pemerintahan Inggris, sebagaimana dilansir BBC, tidak ada bukti yang menunjukan adanya komplikasi di masa kehamilan yang bisa dikaitkan dengan virus corona. 

Akan tetapi perlu dicatat, wanita hamil sangat dianjurkan untuk membatasi gerak dan kontak sosial mereka di masa-masa ini, dan bahwa untuk 12 pekan ke depan, anjuran akan kewaspadaan ini tidak boleh dipandang dengan sebelah mata.  

“Kami menganjurkan para ibu hamil yang dalam kondisi baik, untuk tetap memeriksakan kehamilannya secara normal,” kata Gill Walton selaku chief executive Royal College of Midwives. 

“Namun jika Anda sakit dan menunjukan gejala infeksi corona, maka Anda perlu membatalkan janji (pemeriksaan rutin) setelah masa isolasi (Anda) selesai,” tambahnya.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi persnya pada Senin (16/3/2020). Selain untuk wanita hamil, WHO juga mengeluarkan pedoman bagi anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua. “Ini adalah penyakit serius. Meskipun bukti yang kami miliki menunjukkan bahwa mereka yang berusia di atas 60 tahun berada pada risiko tertinggi, tapi orang-orang muda, termasuk anak-anak ada yang telah meninggal,” kata Tedros dilansir dari CNN. Selain itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah mengatakan bahwa wanita mengalami perubahan dalam tubuh mereka selama kehamilan yang dapat meningkatkan risiko beberapa infeksi.

Tidak ada bukti bahwa wanita hamil datang dengan tanda atau gejala yang berbeda atau berisiko lebih tinggi menderita penyakit parah. Sejauh ini, tidak ada bukti penularan dari ibu ke anak ketika infeksi muncul pada trimester ketiga,” tulis pedoman WHO.

Kendati demikian, dengan mempertimbangkan aspek penularan asimtomatik Covid-19 yang mungkin terjadi, semua wanita yang hamil dengan riwayat kontak epidemiologi harus dipantau dengan hati-hati. Selain itu, wanita hamil dengan dugaan, kemungkinan, atau dikonfirmasi terinfeksi virus corona, termasuk wanita yang mungkin perlu menghabiskan waktu dalam isolasi, harus memiliki akses perawatan yang tepat.

“Semua wanita hamil baru-baru ini terinfeksi virus corona atau yang telah pulih, harus diberi informasi dan konseling tentang pemberian makan bayi yang aman serta cara untuk mencegah penularan virus,” lanjut pedoman itu.

Pedoman yang dikemukakan WHO tersebut juga mencatat bahwa saat ini tidak ada bukti bahwa wanita hamil mengalami peningkatan risiko penyakit parah atau gangguan janin..(fajarindonesia/ruf/fin/kompas)

Komentar

Berita Lainnya