oleh

Antisipasi Serbuan TKA Ilegal, Pemda Bentuk Timpora

MURATARAAntisipasi serbuan tenaga kerja asing ilegal. ‎Pemerintah Kabupaten Muratara bersama kantor imigrasi kelas II Muara Enim, bentuk tim pengawasan orang asing (Timpora). Pengawasan tenaga kerja asing dianggap masih lemah. Karena banyak keberadaan tenaga kerja asing di wilayah Muratara kurang terpantau dan lepas dari pengawasan pemerintah.

Hasim, Camat Rawas Ulu yang mengikuti acara pembentukan Timpora di aula Siti Rahma, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Kamis (11/4) sekitar pukul 10.00 WIB, mengatakan. Mengenai legalitas keberadaan tenaga kerja asing memang akhir-akhir ini banyak mendapat sorotan dari masyarakat. Khususnya di Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara.

Di satu pihak, Pemerintah Daerah yang mendapat keluhan itu terkendala mengenai komunikasi. Serta ketidak tahuan mengenai kejelasan status para pekerja asing tersebut.

“Saya banyak dapat laporan warga di PT Galtam di daerah kami ada TKA asal Cina. Mereka sulit diajak komunikasi secara lisan maupun bahasa isyarat. Kita tidak tahu mereka bekerja sebagai apa. Informasinya tenaga ahli di bidang kontruksi tapi hasilnya yang mereka kerjakan sepertinya tidak jelas,” katanya.

Dia membeberkan, selama ini mereka juga kesulitan melakukan koordinasi untuk melakukan pengecekan status keberadaan TKA tersebut. Pihaknya berharap, kantor imigrasi bisa menjelaskan secara detail mengenai permasalahan itu. Sekaligus memberikan arahan terhadap Timpora sehingga bisa membedakan status orang asing yang berada di wilayah indonesia khususnya di Muratara.

“Mereka itu pekerja biasa atau tenaga ahli kami juga tidak mengerti. Karena mereka sulit berkomunikasi dan tidak bisa diajak baha Inggris, atau bahasa Indonesia,” katanya.

Dia juga, mengatakan kabupaten Muratara merupakan daerah yang kaya dengan potensi sumber daya alam. Tidak menutup kemungkinan, ke depan akan terjadi peningkatan jumlah warga asing yang datang ke Muratara. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya