oleh

APBD Kota Palembang 2020 Tidak Defisit, juga Tidak Surplus!

PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memastikan APBD kota Palembang 2020 tidak mengalami defisit, namun juga tidak surplus.

Karena hasil akhir laporan untuk APBD (Perubahan) tidak menyisakan anggaran atau nihil.

Walikota Palembang, Harnojoyo mengatakan bahwa walaupun dari sisi pendapatan daerah dan belanja daerah megalami defisit, namun Palembang mengalami surplus dari sisi pembiayaan sehingga dapat menutupi defisit yang terjadi.

Pendapatan daerah Palembang  Rp4,  045 Triliun dengan jumlah belanja sebesar Rp4,  125 Triliun Dari sinimengalami defisit Rp79,  723 Miliar.

Tapi Dari sisi pembiayaan menerima Rp88,  323 miliar dengan pengeluaran pembiayaan Rp8, 6 miliar sehingga  mengalami surplus Rp79, 723 Miliar.

“Hasil perhitungan keseluruhan,  Defisit anggaran pendapatan belanja dikurangi surplus pembiayaan, maka hasilnya nihil. sehingga di APBDP kota Palembang tidak defisit, tapi juga tidak surplus,” jelasnya usai mendengarkan arahan terkait HUT RI dari Presiden sekaligus penyampaikan APBD pemkot ke DPRD Kota Palembang, Jumat (14/8).

Sedangkan untuk APBD tahun ini dijelaskannya memang sudah dilakukan revisi dan diminta persetujuan dari DPRD Kota Palembang, mengingat kondisi Covid 19, maka dari sisi pendapatan tidak bisa maksimal untuk mengejar target awal sebesar Rp1,  8 Triliun baik dari pajak daerah, retribusi dan lainnya.

“Ya kita lakukan revisi.  Jadi tahun ini nilai target PAD kita dari pajak saja sebesar Rp1,  2 Triliun diturunkan Rp300 Miliar Karena semula targetnya Rp1,  5 Triliun. Kita berupaya untuk mengoptimalkan sektor-sektor yang potensial, dan kita berharap semoga wabah ini segera berakhir serta kondisi kita kembali normal,” jelasnya.

Adapun peruntukan anggaran APBD pihaknya masih mengacu Pada sebelumnya, dimana anggaran terbesar tetap porsinya di pendidikan,  kesehatan, pembangunan dan lainnya.

“Porsi anggaran ini tetap dimana pendidikan kita lebih dari 26 persen, dan Kesehatan sudah diangka 14, 9 persen,” ujarnya.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang, Sulaiman Amin menambahkan revisi target pajak tahun ini sudah disetujui Dewan diangka Rp1,  2 Triliun, ini sudah revisi kembali dari yang sebelumnya Karena covid di angka Rp617 miliar.

“Sejauh ini realisasi pajak Dari target yang ditentukan ini capaian kita sudah sekitar 50 persen,” tambahnya saat ditemui dilokasi yang sama.

Mengenai sektor pajak potensial dari 11 item atau sektor pajak yang dikelolah pihaknya, Sulaiman menyebutkan sektor pajak BPHTB,  PBB,  restoran,  hiburan, Hotel, dan parkir.

“Ini seiring juga kita harapkan dengan kembali ramainya aktivitas di sector ini,” pungkasnya. (cj10)

Komentar

Berita Lainnya