oleh

Apel Siaga, Kepala BNPB Cari Akar Masalah Karhutla

PALEMBANG – Sedikitnya 1.512 personel gabungan yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) siap melakukan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumsel. Masing-masing terdiri dari 1.000 personel TNI, 202 personel Polri (Brimob), 202 orang unsur masyarakat dan 100 orang dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten setempat.

Kepala BNPB Doni Monardo mengungkapkan bahwa Satgas Karhutla harus fokus untuk menemukan akar permasalahan dan mencari tahu siapa yang menyebabkan kebakaran. Untuk mencari tahunya, Satgas harus melakukan pendekatan kepada masyarakat secara tepat.

“Harus ada sebuah pola supaya pendekatan di masyarakat tepat sasaran. Bisa dengan cara melalui pendekatan kebudayaan dan menemukan kearifan lokal,” kata Doni usai Apel Gerakan Pencegahan Karhutla tahun 2019 di Halaman Griya Agung, Selasa (9/7).

Menurut Doni, pembakaran lahan oleh masyarakat sebagian besar dikarenakan tradisi yang turun temurun sejak dulu. Kondisi seperti ini menduduki persentase paling besar, lantaran masyarakat menilai dengan membakar lahan merupakan cara yang paling cepat untuk membuka ladang.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya menyatakan bahwa pihaknya terus menghimbau masyarakat supaya ke depan meningkatkan kerja sama dalam menghadapi Karhutla. Terutama terhadap daerah rawan kebakaran, pihaknya akan menentukan langkah yang tepat untuk mengatasinya.

“Kita butuh informasi dari bupati-bupati dan juga camat-camatnya di daerah rawan kebakaran,” kata Mawardi.

Ketika disinggung mengenai apakah Pemprov Sumsel akan mengeluarkan maklumat terkait pembakaran lahan, menurut Mawardi, saat ini pihaknya masih bertindak persuasif atau pencegahan melalui program yang ada.

“Kalau memang tidak dapat dihindari atau sengaja kita proses secara hukum. Nanti kita akan adakan rapat koordinasi dengan seluruh bupati supaya mereka bisa menekankan kepada masyarakat betapa pentingnya pencegahan kKarhutla,” pungkasnya.(ety)

Komentar

Berita Lainnya