oleh

Apes, Polisi Gadungan Ini Menilang 2 Anggota TNI

SUMEKS.CO – Pemuda yang ketahuan menjadi polisi gadungan lantaran menilang dua anggota TNI di sekitar Alun-alun Kota Bandung telah diamankan polisi. Berdasarkan pemeriksaan, pelaku masih di bawah umur karena baru berusia 17 tahun.

“Kami polisi berkoordinasi dengan kejaksaan untuk dilakukan diversi terhadap pelaku polisi gadungan ini,” ungkap Kapolsek Regol, Kompol Aulia Djabar, Selasa (2/3/2021).

Dalam pemeriksaan, pihaknya juga memanggil sejumlah pihak, diantaranya sekolah tempat pelaku menempuh pendidikan. Juga keluarga pelaku, yang diwakili oleh bibinya.

“Sudah datang, dan pelaku dan dipulangkan berdasarkan hasil diversi,” terangnya. “Pelaku masih duduk di sekolah tingkat menengah atas (SMA),” beber Aulia.

Kepada penyidik, pelaku mengakui semua perbuatannya. “Pelaku melakukan aksi sebagai polisi gadungan karena kurang uang jajan. Karena hanya meminta korban uang sebesar Rp10 ribu,” jelasnya Terkait seragam polisi, Aulia menjelaskan bahwa seragam diambil dari eceran barang bekas.

Sementara, dalam video yang beredar di media sosial, terlihat pelaku tengah dikelilingi sejumlah petugas Satpol pp. Ia sesekali menyeka bibirnya menggunakan tangan sambil menjawab pertanyaan.

“Saya baru 17 tahun (seragam polisi) dari anggota, Pak Syarif,” kata pelaku.

Berdasarkan informasi yang didapat, kedok pelaku sebagai polisi gadungan berawal saat ia berpura-pura hendak menilang dua anggota TNI di sekitar Alun-alun Bandung, Senin (1/3) kemarin.

Keberanian pelaku ini lantaran dua anggota TNI yang dihentikannya saat itu mengenakan pakaian preman. Kepada anggota TNI itu, pelaku meminta menunjukkan surat-surat kelengkapan kendaraannya. Karena tak mengetahui alasan dihentikan, anggota TNI lantas menanyakan apa kesalahannya.

blank
Pelaku menyatakan bahwa anggota TNI tersebut telah melawan arah.

Selanjutnya, dengan berbagai alasan pelaku meminta uang kepada anggota TNI tersebut agar tidak ditilang. Karena curiga dengan penampilannya yang janggal, anggota TNI tersebut menanyakan dimana ia bertugas dan diminta menunjukkan kartu anggota Polri.

Tapi permintaan itu ditolak pelaku dengan berbagai alasan. Kemudian, dua anggota TNI menunjukkan kartu anggot TNI yang langsung membuat pelaku keder.

Pelaku pun tak bisa berkutik saat dipaksa membuka jaketnya. Ternyata, seragam yang dipakai pelaku tidak lengkap. Pasalnya, tidak ada tanda pangkat di pundaknya. Sementara di tagname tertera nama Adam.

Mengetahui hal tersebut, anggota TNI itu langsung membawa pelaku ke Pos Satpol PP di kawasan tersebut dan menginterogasinya. Pelaku selanjutnya diserahkan ke Polsek Regol untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.(rif/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya