oleh

Apriyadi Minta Waspadai Penularan COVID-19

SEKAYU – Jelang libur dan cuti bersama, 28 Oktober – 1 November 2020, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Sekretaris Daerah Muba Drs Apriyadi MSi mengeluarkan Surat Edaran Nomor 440/2175/KES/IX/2020 tentang Kewaspadaan dan Antisipasi lonjakan penyebaran kasus COVID-19 pada libur dan cuti bersama. ‘’Kepada ASN di lingkungan Pemkab Muba untuk menghindari aktivitas liburan ke luar kota,’’ kata Apriyadi.

Surat edaran ini mengantisipasi peningkatan trafic penularan wabah COVID-19 di Muba. “Jika pelaksanaan liburan dan cuti bersama dilakukan dengan perjalanan keluar daerah agar dilakukan test PCR alau Rapid tes atau menyesuaikan dengan aturan moda transportasi yang berlaku untuk memastikan pelaku perjalanan bebas COVID-19 demi melindungi orang lain termasuk keluarga di perjalanan ataupun orang di tempat yang dikunjungi,” tambahnya.

“Kemudian, Satuan tugas penanganan COVID-19 kecamatan, desa/kelurahan untuk tetap memastikan ketersediaan sarana CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) dengan air mengalir di tempat dan fasilitas umum,” ulasnya. Ini disesuai  Peraturan Bupati Nomor 67 Tahun 2020 tentang Pola hidup masyarakat yang sehat, displin dan produktif di era kebiasaan baru COVID-19 di Kabupaten Musi Banyuasin secara masif.

Sebelumnya, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan COVID-19 Muba menegaskan agar kepada seluruh masyarakat Muba untuk tetap patuh pada protokol kesehatan dan menggunakan masker. “Semua harus disiplin, kalau tidak mau kembali ke zona merah lagi,” tegasnya.

Per 23 Oktober 2020 ada sebanyak 388 kasus terkonfirmasi COVID-19 di Muba yakni diantaranya 301 kasus sembuh, 15 meninggal dunia, dan 72 yang masih dirawat. Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 23 Oktober 2020 tercatat ada sebanyak 410 ODP 2 selesai pemantauan masih dipantau 408 orang, 1.085 kontak erat 988 kontak selesai pemantauan 97 kontak erat yang masih dipantau, 172 PDP 5 proses pengawasan 148 selesai pengawasan. (wi2k/ril)

Komentar

Berita Lainnya