oleh

AS Minta Dukungan ke Indonesia

JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat, Mike Pompeo dipastikan akan berkunjung ke Indonesia pekan depan. Dalam kunjungannya itu, Pompeo juga dijadwalkan menghadiri forum yang digagas Pemuda Ansor.

Namun pada intinya, kunjungan Pompeo itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Laut China Selatan yang diklaim China hampir seluruh wilayah perairan tersebut merupakan miliknya. Klaim tersebut ditentang oleh banyak negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi membenarkan, bahwa selama kunjungannya di Indonesia Pompeo akan mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat. Selain itu, Pompeo juga akan menghadiri pertemuan Forum Pemuda Ansor.

“Persiapan terus dibahas, termasuk dalam pertemuan saya dengan dubes AS yang baru, Sung Yong Kim. Selain melakukan pertemuan bilateral dengan saya, Pompeo juga akan hadir dalam forum Gerakan Pemuda Ansor mengenai dialog agama dan peradaban,” kata Retno dalam konfrensi pers virtual, Jumat (23/10/2020).

Retno berharap, kunjungan Pompeo ke Jakarta dapat membangun kemitraan kokoh yang saling menguntungkan. Sebab, menurutnya AS adalah salah satu mitra penting Indonesia.

“Komitmen kuat peningkatan kemitraan ini tercermin dengan intensifnya saling kunjung pejabat kedua negara, bahkan di masa pandemi ini,” ujarnya.

Selain ke Indonesia, Pompeo akan melakukan kunjungan diplomatik ke kawasan Asia Selatan yakni India, Sri Langka dan Maladewa dari 25 hingga 30 Oktober 2020.

Sementara itu, pengamat hubungan Internasional, Sukawarsini Djelantik mengatakan bahwa rencana lawatan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo ke Indonesia pekan depan merupakan bagian dari upaya mendapatkan dukungan dalam menghadapi peningkatan pengaruh China di kawasan Asia.

Sebab, AS melihat Indonesia sebagai satu kekuatan besar di ASEAN yang sangat penting untuk didekati, khususnya dalam menyikapi konflik di Laut China Selatan.

“Pasti nanti akan mencari dukungan, karena posisi Indonesia yang diperhitungkan sebagai kekuatan menengah,” kata Sukawarsini.

Menurut Sukawarsini, Amerika berusaha mendapatkan dukungan dari negara-negara di kawasan tersebut yang mencakup Asia Tenggara, Asia Timur, dan India untuk memperkuat posisinya,

“Kelihatannya Amerika, kalau saya baca dari beberapa aktivitasnya, memang mencoba untuk mencari pengaruh khususnya dalam konflik di laut China selatan. Ini penting sekali untuk stabilitas kawasan,” ujarnya.

Dalam konteks visi ini, kata Sukawarsini, Indonesia memegang peran penting sebagai kekuatan besar di ASEAN sekaligus menjadi satu-satunya negara besar di Asia Tenggara yang belum ‘dipegang’ AS.

“Saya melihatnya begini, Filipina sudah ‘dipegang’ oleh Amerika, mitra terkuatnya di Asia Tenggara. Kemudian Singapura, Malaysia juga sudah ada pangkalan militer Amerika di sana, sudah ‘jinak’ lah. Lalu negara-negara lain yang di Asia Tenggara daratan itu nggak penting lah dalam kontes Indo-Pasifik,” terangnya.

“Indonesia agak sulit buat Amerika karena memegang [prinsip] politik bebas aktif. Karena posisinya seperti ini, jadi perlu diplomasi khusus,” imbuhnya.

Dapat disampaikan, bahwa AS telah berkali-kali menyebut tindakan China di wilayah Laut China Selatan yang dipersengketakan “melanggar hukum”. (der/fin)

Komentar

Berita Lainnya