oleh

ASN BTKLPP Palembang Ciptakan Ruang KEBAB

SUMEKS.CO – Palembang – Empat  aparatur sipil negara (ASN) yang berkecimpung di Kemenkes Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Palembang, menciptakan teknologi ruang kelas bebas asap (KEBAB). Teknologi bisa dibilang cukup sederhana. Namun berkat buah pikiran empat ASN ini, mampu menurunkan kadar partikel asap dalam ruangan hingga menciptakan udara bersih dan sehat untuk dihirup.

Empat orang ASN dari Kemenkes BTKLPP yang berasal dari tim Pokentik dengan cara swadaya menciptakan peralatan KEBAB antara lain, Nurul Fadillah, Idan Awaludin, Rahman Antasari dan Fison Hepiman. Keterangan mereka, KEBAB adalah salah satu upaya dalam mencgah dampak buruk kabut asap atau polusi udara. Terutama kepada kelompok yang rentan (anak SD). Tempat percontohannya sendiri bertempat di SD Negeri 168 Jalan Malaka kecamatan kalidoni Palembang.

Implementasi KEBAB di lapangan adalah dengan memodifikasi ruang belajar siswa dengan menggunakan beberapa media. Peralatannya  sederhana. Tetapi kalau tidak kita lakukan, tidak mungkin akan tercipta. Nah, alat yang kita gunakan antara lain kipas angin embun, echaust fan, jaring vinyl dan tanamanan hidup  (Lidah mertua/lilih paris/suplir/sirih gading). Saat terjadi kabut asap KEBAB didesain agar dapat meminimalisir penularan penyakit ataupun gigitan nyamuk.

Efeknya, setelah dilakukan pemasangan peralatan KEBAB. Kualitas udara yang ada dalam ruangan siswa menjadi sangat bersih. Dimana sebelum dilakukan implementasi KEBAB kualitas pencemaran udara sebesar 900 mikron matter (mg/Nm3). Dan setelah dilakukan implementasi KEBAB, kualitas udara menjadi kurang dari 50 mg/Nm3. “Udara bersih itu, standar dibawah 150 Mg/Nm3. Alhamdulillah, yang kita lakukan sangat bermanfaat dan membuat siswa semakin sehat dalam menghirup udara,” ujar Rahman.

Menyinggung besar biaya yang digunakan dalam pembelian serta pemasangan peralatan. “Biayanya tidak terlalu besar. Kisaran Rp 4 juta. Tergantung kondisi ruang kelas. Dan daya listrik yang digunakan juga tidak terlalu besar hanya 150 watt,” jelasnya. Harapan tim Pokentik ini, agar bisa dilakukan di beberapa sekolah lainnya. Terutama sekolah dasar. Karena anak-anak rentan terhadap polusi asap.

Terpisah, anak-anak sekolah dasar SDN 168 kecamatan Kalidoni, Ilham, mengatakan setelah dipasang peralatan filter oleh petugas Pokentik, mereka tidak perlu menggunakan masker didalam ruang kelas. “Selama ini mta perih om. Ruang kelas banyak kabut asap. Sekrang katek lagi om. Idak perlu make masker,” katanya singkat. (IOL)

Komentar

Berita Lainnya