oleh

Atasi Kemiskinan, Bupati ini Minta Bantuan Perusahaan

RUPIT – Tuntaskan masalah kemiskinan di Muratara, pemkab menggandeng seluruh investor ikut terlibat membantu masyarakat. Kendati rasio pertumbuhan ekonomi meningkat 5 persen, namun peringkat kemiskinan warga di Muratara masih tetap di posisi pertama di Sumsel.

Bupati Muratara H Syarif Hidayat yang menghadiri rapat koordinasi dengan forum Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah RM Sederhana, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Senin (11/2) sekitar pukul 10.00 WIB, menegaskan, rapat yang dilaksanakan kali ini difokuskan untuk mengentaskan masalah kemiskinan di Muratara.

“Tingkat kemiskinan di Muratara nomor satu di Sumsel, Jadi kita harus ada aksi. Jika menggunakan APBD atau DAK tentunya tidak akan cukup, kita minta perusahaan yang ada di Muratara bisa ikut andil menuntaskan masalah kemiskinan ini,” kata Syarif Hidayat.

Dia membeberkan, tujuan yang paling utama keberadaan investor di daerah tidak lain untuk membantu pertumbuhan ekonomi dan mengsejahterahkan masyarakat. Artinya, tanggung jawab sejumlah investor tidak hanya cukup melengkapi formalitas semata namun mereka juga memiliki beban moril terhadap masyarakat di sekitar mereka.

“Kita minta bantuan dari perusahaan menggunakan dana CSR mereka baik itu untuk sembako, pendidikan dan kesehatan. Jadi tidak cuma hanya sekadar dana bagi hasil saja karena itu sudah menjadi kewajiban mereka. Yang kami inginkan mereka ikut memberdayakan warga, dan mensejahterahkan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Syarif Hidayat, ada sebagian perusahaan yang 100 persen sudah ikut terlibat dalam program-program pemerintah tersebut. Namun banyak juga yang belum terlibat secara maksimal.

“Kebanyakan yang terlibat, jadi mesti diingatkan terus,” tegasnya.

Sementara itu, Nur pedagang di pasar Lawang Agung, Kabupaten Muratara mengatakan posisi ekonomi masyarakat saat ini tengah melemah. Hal tersebut bisa dilihat secara langsung dengan peningkatan pengunjung pasar.

“Sekarang yang belanja ke pasar sepi, jualan banyak yang tidak laku. Kadang dalam satu hari hanya ada empat sampai enam orang yang belanja,” tukasnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya