oleh

Atasi Over Kapasitas, Dorong Rutan Jadi Lapas

PRABUMULIH – Kapasitas atau daya tampung Rutan Kelas IIB hanya 150 orang warga binaan, namun kenyataannya diisi 500-an orang warga binaan. Inilah, sejauh ini kendala dialami Rutan Kelas IIB dan belum ada solusi.

Di sela-sela kunjungannya melakukan monitoring dan pengawasan di UPT Rutan dan Lapas di Sumatera Selatan (Sumsel), Kadivpas, Dadi Mulyadi menerangkan, mendorong Rutan Kelas IIB menjadi Lapas. Sehingga, bisa meningkatkan jumlah kapasitas huniannya.

“Mewujudkan Rutan Kelas IIB menjadi Lapas, jelas membutuhkan dukungan Pemerintah kota (Pemkot). Berupa lahan Hibah, untuk nantinya dibangun menjadi Lapas,” ujar Dadi, sapaan akrab ya di sela-sela kunjungannya ke Rutan Kelas IIB, Rabu (7/4/2021).

Karena, lahan Rutan Kelas IIB ini sempat dan sulit dikembangkan. Dan, memang harus ada lahan baru untuk pembangunan Lapas. Selain itu, Rutan Kelas IIB ini merupakan gedung lama ada.

“Untuk mengatasi over kapasitas, perpindahan warga binaan telah dilakukan selama ini. Namun, nampaknya belum menjadikan solusi,” ucapnya.

Ia juga mewarning, agar pegawainya jangan coba-coba dan terjerat narkoba. Karena, Sanksi tegas menanti pegawai tersebut.

“Terberat yah, kita lakukan pemecatan. Harapan kita, tidak ada lagi pegawai terjerat narkoba. Karena, selain merugikan diri sendiri juga keluarga,” bebernya.

Lanjutnya, juga memberikan motivasi dan semangat agar para pegawai Rutan Kelas IIB meningkatkan kinerjanya, khususnya dalam bidang pelayanan publik berkenaan masyarakat.

“Rutan Kelas II Prabumulih ini, menjadi salah satu rutan Zona Integritas (ZI) mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bebas Melayani (WBBM),” tukasnya.

Ditekankannya, agar para pegawai Rutan Kelas IIB meningkatkan loyalitas dan integritasnya terhadap kerjanya. “Sehingga, ZI menuju WBK/WBBM bisa diwujudkan,” pungkasnya. (03)

Komentar

Berita Lainnya