oleh

Australia Open 2022 Terancam Tanpa Djokovic

SUMEKS.CO, VICTORIA – Tak hanya masyarakat tertentu Indonesia yang ogah untuk divaksin antiCOVID-19. Petenis dunia Novak Djokovic ternyata belum vaksin.

Akibatnya, petenis nomor satu dunia itu terancam tidak bisa tampil di grand slam pembuka musim 2022 Australia Terbuka.

Itu setelah otoritas setempat, yakni negara bagian Victoria, memberlakukan aturan wajib vaksin bagi seluruh pekerja resmi, termasuk atlet profesional yang akan berlaga di wilayah tersebut.

Kementerian Olahraga Victoria bersikukuh melarang atlet berlaga di Australia Terbuka jika mereka belum divaksin.

‘’Jika saya atlet ATP dan WTA (keduanya badan tenis dunia), saya akan memilih untuk divaksin,’’ ujar Martin Pakula, anggota parlemen Victoria kepada SEN.

‘’(Karena) itu akan memberikan kemudahan bagi mereka untuk berlaga di Australia Terbuka dengan pembatasan yang tidak terlalu ketat,’’ tandasnya.

Tennis Australia, badan yang mengurusi bidang tenis di Down Under menyatakan, sampai saat ini belum ada aturan resmi bagi atlet yang akan berlaga di grand slam awal tahun tersebut.

‘’Saya menduga masih akan dibahas di kabinet pemerintahan federal dan pusat,’’ tambah Pakula.

Djokovic, kini sudah menyetarai Roger Federer dan Rafael Nadal sebagai petenis putra yang mengumpulkan 20 gelar grand slam.

Di Australia Terbuka, petenis Serbia tersebut berpeluang untuk mencatat rekor baru sebagai pengumpul gelar grand slam terbanyak.

Apalagi Nole-sapaan akrab Djokovic- punya catatan bagus di Australia Terbuka.

Dari 20 gelar grand slam miliknya, 9 di antaranya diraih di Melbourne Park.

Djokovic sendiri adalah sosok yang lantang menolak vaksin. Itu disampaikannya beberapa kali termasuk pada April lalu setelah menjuarai Australia Terbuka.

Pada Australia Terbuka 2021, pemerintah federal Victoria belum memberlakukan aturan wajib vaksin ketat seperti saat ini.

‘’Secara pribadi, saya menolak divaksin. Dan saya tidak mau dipaksa oleh siapapun untuk divaksin sebagai syarat agar bisa melakukan perjalanan,’’ ujarnya dikutip Reuters waktu itu.

‘’Tapi jika suatu saat vaksin menjadi wajib, apa yang akan terjadi? Saya harus membuat keputusan. Saya punya pendirian sendiri terkait hal ini, dan kalau pendirian itu akan berubah pada suatu saat, saya tidak tahu,’’ tandasnya. (jawapos/dom)

 

Komentar

Berita Lainnya