oleh

Awas!!! Ajak Golput Bisa Dipidana

JAKARTA – Memutuskan sebagai golongan putih (golput) alias netral dalam pemilu sah-sah saja. Namun jika malah mengajak-ajak orang lain menjadi golput apalagi masuk kategori memobiliasi, apalagi disertai kekerasan, maka ada ancaman pidananya.

Deputi V Kantor Staff Presiden (KSP) Jaleswari Pramorwhardani menyebut UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu mengatur larangan mengajak untuk golput. “Bahwa ada undang-undang dan pasalnya yang berbunyi memobilisasi atau menggerakkan orang Golput itu ada sanksi tindak pidananya. Ada hukumannya, jadi secara hukum hal ini penting untuk dikabarkan ke masyarakat agar mobilisasi tidak terjadi,” ujarnya Kamis (28/3) di Hotel Mercure, Jakarta.

Dalam UU Pemilu katanya ancaman pidana mengajak orang lain golput dengan iming-iming pemberian uang diancam maksimal 3 tahun penjada dan denda Rp36 juta. Sementara orang yang sengaja menggunakan kekerasan sehingga membuat orang lain kehilangan hak pilihnya diancama pidana penjara 2 tahun dengam denda Rp24 juta.

Menurutnya semua pihak perku bekerjasama baik pemerintah, KPU, Bawaslu, akademisi, praktisi, media massa dan semua stakeholder untuk mengamankan Pemilu. “Kita pertama kita tahu bahwa dari tahun 2004 tingkat partisipasi pemilih golpit mungkin hanya sekitar 23,30 persen, kemudian tahun 2009 ada 27,45 persen dan kemudian tahun 2014 kemarin 30,42 persen yang golput,” ungkapnya.

Masih katanya, bahwa ini bukan sekedar Pilpres, namun ada juga Pileg, ada pemilihan DPD, ada DPR RI dan DPRD.

“Jadi ketika kita tidak datang itu artinya kita menggugurkan semua hak pilih kita padahal di sana mungkin terdapat kepentingan-kepentingan publik yang penting untuk diperjuangkan,” katanya.

Pemilu sebetulnya upaya masyarakat memenuhi hak-hak publik dan bukan sekedar untuk memilih saja. Tetapi ini bicara tentang bagaimana sebuah upaya menyejahterakan publik untuk memenuhi hak-haknya. Ini adalah tugas kita untuk mengamankan demokrasi kita. “Kita tentu saja menghargai hak pilih seseorang dan itu dilindungi undang-undang tetapi kita juga penting untuk memahamkan ke publik kita,” ujarnya.(ran)

Komentar

Berita Lainnya