oleh

Ayah Anton Tutup Usia

Pecinta Alam Gunung Dempo Berduka

PAGARALAM – Kabar duka datang dari kaki Gunung Api Dempo, Antoni Umar bin Yakni, atau kerap disapa ‘Ayah’ Anton, tutup usia pada Jum’at (12/3) sekitar pukul 05.00 WIB.

Kepergian Ayah Anton bagi para aktivis pendaki gunung Dempo di usia 78 tahun, berpulang menghadap sang Khalik, turut meninggalkan duka mendalam. Bahkan sejumlah akun Media Sosial (Medsos) ramai dipenuhi ucapan duka cita dari Pecinta Alam yang ditujukan bagi Ayah Anton. Tidak hanya dari dalam Kota Pagaralam, melainkan pula dari luar Pagaralam.

Salahsatunya datang dari Dwi ‘Jivenk’ Kurnia, yang turut menuliskan ucapan bela sungkawa di akun Medsos Facebook (Fb) miliknya, seraya berharap Alharhum mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya dan husnul khotimah. “Semoga Ayah Anton husnul khotimah,” ucapnya.

Rasa kehilangan juga diungkapkan Madi Lani, budawan sekaligus sastrawan asal Kota Pagaralam pun menuliskan sajak ‘Cantigi yang Luruh’ sebuah catatan ditujukan kepada Ayah Anton, yang dituangkannya dalam akun Medsos Fb miliknya.

“Inalillahi wa’innaillaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah, ayahnya para Pecinta Alam Pagaralam, Ayah Antoni Umar, lebih dikenal dengan Ayah Anton, tepat pukul 05.00 WIB. Hari ini ayah pulang, selamat jalan ayah. Namamu ada di kumpulan puisiku yang bakalan terbit,” tulis Mady Lani.

Sementara itu Anggi, cucu pertama Almarhum Antoni Umar menuturkan, baginya sosok Ayah Anton merupakan seorang organisator, pelapor Pramuka di Pagaralam dan Pecinta Alam. “Di pecinta alam beliau juga termasuk salahsatu yang menghadiri Gladian Pecinta Alam tahun 74, yang menghasilkan Kode Etik Pecinta Alam Indonesia,” ucap Anggi. (ald)

Komentar

Berita Lainnya