oleh

Ayo… Raih Emas Pertama dari Renang

SEMARANG – Apakah Kontingen Indonesia berhasil menyabet emas pertama di ASEAN School Games (ASG) XI 2019? Jawaban itu akan tersaji saat multieven antar pelajar tingkat Asia Tenggara itu memasuki hari kedua hari ini (19/7). Yakni saat cabang olahraga renang dipertandingkan di Kolam Renang Jati Diri Semarang.

Di Kolam Renang Jati Diri ini, diperebutkan 10 emas pada hari pertama pelaksanaan cabor renang. Sepuluh medali emas itu ada di nomor 400 meter gaya bebas putra, 400 meter gaya bebas putri, 50 meter gaya dada putri, 50 meter gaya dada, 200 meter gaya punggung putra, 200 gaya punggung putri, estafet 4 x200 meter gaya bebas putri, estafet 4 x200 meter gaya bebas dan dua nomor bergengsi 100 meter gaya bebas putra dan putri.

“Semua perenang Indonesia sudah siap tampil. Peluang kita bisa dapat empat medali emas di hari pertama, mudah-mudahan lebih,” jelas pelatih renang Indonesia Deni Wardeni.

Salah satu potensi emas Indonesia dibebankan kepada Mutiara Reshinta dan Adelia. Keduanya turun di nomor 50 meter gaya dada putri. Keduanya terlalu superior dibandingkan peserta lainnya. Ini terlihat pada fase penyisihan di Kolam Renang Jati Diri pada jumat pagi. Pada sesi itu, Mutiara melesat jauh meninggalkan rival.

Pada nomor ini, Adelia punya catatan waktu terbaik 33.37 detik. Kemudian catatan terbaik Mutiara Reshinta adalah 34.00 detik. Keduanya, akan bersaing dengan perenang Thailand, Phuricahya Junyamiti yang memiliki catatan waktu tercepat 34.70 detik.

Optimisme Deni pada kejuaraan ini tidak asal bicara karena Indonesia memang rakus dalam memborong emas di even yang sama sebelumnya. Saat pelaksaan diselenggarakan di Malaysia tahun lalu, cabor renang Indonesia keluar sebagai juara umum dengan koleksi 15 emas, 17 perak, dan 8 perunggu. Thailand menempati posisi kedua dengan capaian 9 emas, 8 perak, dan 4 perunggu. Di urutan ketiga ada Singapura (7-6-10), disusul Malaysia (5-4-8), kelima Filipina (0-2-5). Sedangkan negara lainnya macam Vietnam, Myanmar, Kamboja, Laos, serta Brunei hanya jadi penggembira karena tidak mampu merebut sayu medalipun. (kmd)

Komentar

Berita Lainnya