oleh

Baasyir Hanya Mau Sumpah Patuh pada Allah SWT

-Headline-1.136 views

JAKARTA – Salah satu penasihat hukum Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Yusril Ihza Mahendra menegaskan, Ustaz Abu Bakar Baasyir sebagai terpidana terorisme bakal mendapat pembebasan bersyarat.

Namun, dalam pembebasan itu, Baasyir yang ditahan di Lapas Gunung Sindur tak menandatangani janji sumpah setia terhadap Pancasila. Padahal, janji setia kepada NKRI dan Pancasila adalah syarat mendapat pembebasan tersebut.

Menurut Yusril, penolakan itu sama sekali tidak menghambat proses pembebasan Baasyir. Dirinya pun telah bertemu langsung dengan Presiden Jokowi membicarakan hal tersebut.

Dari hasil pembicaraan, Presiden Jokowi memaklumi hal tersebut dan tetap kepada keputusan untuk memberikan bebas bersyarat.

“Pak Jokowi bilang, ‘enggak tega ada ulama lama-lama dipenjara. Apalagi Baasyir dihukum bukan di zaman saya, tetapi zaman sebelumnya’,” kata Yusril menirukan ucapan Jokowi di Jakarta, Sabtu (19/1).

Yusril sendiri sudah memahami keinginan dari Abu Bakar, sehingga dia tak mau berdebat soal penolakan penandatangan tersebut.

“Karena dia (Abu Bakar) hanya setia kepada Allah dan patuh kepada Allah. Saya paham jalan pikiran beliau dan nggak mau berdebat, saya hanya ketawa saja,” sambung Yusril.

Diketahui bahwa Abu Bakar ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur Bogor, Jawa Barat. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Dia divonis 15 tahun penjara pada 16 Juni 2011 karena dinyatakan bersalah mendanai tindak pidana terorisme. (cuy/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya