oleh

Baca! Ini Update Sidang 6 Terdakwa Warga Tulung Selapan Bobol Rekening BRILink

KAYUAGUNG – Dari keterangan saksi yang dihadirkan dari BRI Pusat saat sidang kasus bobol rekening BRILink dengan 6 terdakwa asal Tulung Selapan di Pengadilan Negeri Kayuagung terungkap ada anomali sistem sehingga tidak terbaca ada lonjakan transaksi saat itu.

Tiga saksi yang memberikan keterangan adalah Dendi Aditiya (staf oerasional BRILink), Irfan Ariwibowo dari BRI pusat dan Andi Juniansyah.

Keenam terrdakwa Aldo Yohanes (19), Ginay Stovan (26)  Kelik (53) Yendes Lanindo (25) Jakbar (50) dan Riyes Rapiko (19) nampak mendengarkan keterangan para saksi dengan seksama.

Saksi mengungkapkan, banyak nasabah yang melakukan komplain karena saldo BRILink mereka berkurang sehingga pihaknya  langsung  melakukan  pengecekan pada saat itu secara data mengapa agen tersebut  terjadi banyak transaksi. “Dari sinilah pihaknya langsung  melakukan  pengecekan dan investigasi,” kasa saksi, Rabu (24/2).

Terdata ada 3070 rekening seluruh Indonesia yang digunakan para pelaku dan 65 akun BRILink seluruh Indonesia kerugian capai Rp 18,2 miliar. Langkah yang diambil BRI menginventaris dan dicocokkan dengan data yang dilakukan  transaksi.

Ketua Majelis Hakim, Eddy Daulata Sembiring didampingi anggota majelis Made Gede Kariana SH dan Anisa Lestari mengatakan, karena ancaman  hukuman ke 6 terdakwa diancam lebih dari 5 tahun dan mereka tidak didampingi penasihat hukum,  maka pihak pengadilan Tidak didampingi  pengacara, pihak pengadilan menunjuk Penasehat Hukum Candra Eka Setiawan dari Posbakum.

Pelaku disangkakan dengan Pasal 46 ayat  2 Undang-undang  No 19 Tahun 2016  tentang perubahan hasil Undang-undang No 11Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, Pasal 82 Undang-Undang No 3 Tahun 2011 tentang trasfer dana juncto pasal 55 ayat 1 KUHP, Pasal 5 Undang-Undang No 8  Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Ancaman 20 tahun penjara.

Berdasarkan lampiran dakwaan kejahatan ini bermula pada 10 Juni pukul 23.57.26 WIB hingga  11 Juni pukul 06.02.59 WIB terdakwa Aldo Ginay, Kelik dan Pupung (masih belum tertangkap ) melakukan  perbuatan  ilegal  digital dengan cara memindahkan uang dari rekening nasabah BRI ke rekening penampung uang hasil  kejahatan yang telah disiapkan terdakwa Jakbar,  Yandes dan Riyes.

Dimana transaksi  ilegal menggunakan  sarana agen brilink atas nama Muhammad Rizki Pratama dengan nomor  rekening 774001004937537 dan atas nama Sugianto (nomor rekening 041701031713502), dimana  agen BRILink tersebut  sudah dikuasai para terdakwa. Akibat perbuatan terdakwa menyebabkan kerugian pihak BRI sebesar Rp855 juta.

Perbuatan diatas dilakukan terdakwa Jakbar,  Yandes dan Riyes menyiapkan sarana rekening yang akan digunakan menyimpan uang hasil kejahatan  ilegal yang dilakukan oleh Aldo Ginay, Kelik dan Pupung (masih belum tertangkap.

Adapun rekening yang disiapkan atas nama Sugianto, Hendra Tarifianto, Nyayu Rahayu,  Ami Purwanti dan Muhammad  Rizki Pratama serta Moch Arifin.

Terdakwa Aldo melakukan ilegal akses dengan cara membeli agen BRILink secara online melalui facebook dengan harga Rp1,1juta, setelah mendapatkan agen brilink.

Selanjutnya, terdakwa melakukan  pengecekan secara acak terkait data nasabah bank BRI dengan cara memasukkan seri kartu ATM aplikasi BRI link dibagian aplikasi info saldo, kemudian sistem meminta OTP (terdakwa memasukkan OTP 0 sebanyak 6 kali selanjutnya  saldo beraama nomor rekening nasabah muncul.

Setelah terdakwa mengetahui saldo isi rekening langsung melakukan  transaksi ilegal dengan cara masukkan seri kartu ATM di aplikasi BRI link dibagian transfer dan  setelah semua selesai transaksi  satu nasabah minimal Rp5 juta. Terdakwa kemudian melakukan transfer sebanyak Rp855 juta dengan menggunakan rekening 171 nasabah yang dilakukan secara acak. (uni)

Komentar

Berita Lainnya