Gereja Corona

Oleh Dahlan Iskan Gelar ”super spreader” kini sudah untuk dua orang. Yang satu –Anda sudah tahu– adalah lelaki Hongkong berumur 83 tahun. Kakek inilah yang dianggap pembawa

Organik Terjal

Oleh Dahlan Iskan   Ternyata Indonesia memang sudah bisa ekspor beras. Ironi tapi nyata. Dan ekspor itu ternyata dari Desa Kebon Agung, Sidoharjo, Wonogiri.   ”Tadi malam

Deviden Cashback

Oleh : Dahlan Iskan Sudah empat tahun PT Pengayom Petani Sejagad berdiri. Setiap tahun petani menerima ‘cashback’ dari Pengayom. Bahkan setiap habis panen –kalau setahun bisa panen

Kapitalis Tani

Oleh: Dahlan Iskan Akankah revolusi kelembagaan petani bermula dari Wonogiri ini? Dari Wonogiri lah lembaga ”perseroan terbatas” mulai diterapkan. Sejak empat tahun lalu. Tepatnya di desa Kebon

Nasib Penumpang

Oleh: Dahlan Iskan Semula publik internasional marah kepada Kamboja. Negara yang kini lagi mengejar kemajuan tetangganya, Vietnam, itu dianggap ceroboh. Dan membahayakan dunia. Gara-gara Kamboja-lah virus Corona

Bukti Cinta

Oleh: Dahlan Iskan Mata SBY kembali sembab. Pidatonya pun terhenti. Harus menghela nafas dulu sebentar. Sebelum meneruskannya. Itu terjadi Sabtu kemarin. Di acara besar pemancangan  pembangunan Museum

Badai Berlalu

Oleh : Dahlan Iskan Sudah 16 hari terakhir ini jumlah penderita baru virus Corona terus menurun. Itu di Tiongkok. Termasuk di pusat virus itu sendiri: di provinsi

Surga Dunia

Oleh Dahlan Iskan Sejak lama saya ingin bertemu Prof. Yudian Wahyudi. Tapi tidak pernah ada kesempatan. Tapi keinginan itu meningkat bulan lalu. Saya pun mengirim e-mail kepada

Gila Masker

Oleh Dahlan Iskan ”Masker itu lebih banyak menyebarkan ketakutan daripada mencegah virus.” Anda boleh menilai yang mengucapkan kalimat itu orang gila. Terutama di musim virus seperti ini.

Ilham Indosat

Oleh: Dahlan Iskan Kesetiaan Ilham Bintang pada Indosat begitu panjang. Tak tersangka hubungan itu berakhir dengan tragis: Ilham kehilangan uang ratusan juta rupiah. Waktu itu Via Vallen

Semua Negatif

Oleh: Dahlan Iskan Sebenarnya sudah banyak juga  yang menjalani tes virus Corona di Indonesia. Yang di Surabaya saja sudah 10 orang. ”Semuanya negatip,” ujar Prof. Dr. Inge

Kebal Virus

Inilah pertanyaan yang sama yang saya ajukan kepada 10 orang yang berbeda di negara yang berlainan: Mengapa tidak ada virus corona di Indonesia? Percayakah Anda? “Tidak mungkin

Radiasi Serpong

Oleh: Dahlan Iskan Kalau benar, ini sangat mencoreng ilmuwan kita. Bahkan negara kita. Bagaimana bisa –seperti diumumkan lembaga pengawas nuklir Indonesia kemarin –ditemukan sumber radiasi nuklir di

Virus Bersih

SEMUA operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang baru pertama

Bahagia Langit

Oleh: Dahlan Iskan Kadang-kadang saya terpaksa. Termasuk terpaksa mendefinisikan ”apakah bahagia itu”. Tema seminar hari itu  sebenarnya ”pengaruh instrumentasi dalam industri 4.0”. Penyelenggaranya pun Departemen Instrumentasi Fakultas

Nama Baru

Oleh : Dahlan Iskan Inilah angka-angka yang bisa mengurangi stress: enam hari terakhir jumlah penderita baru virus corona terus menurun. 1 Februari 10.000. 2 Februari 11.200. 3

Cruise Stress

Oleh : Dahlan Iskan Berubah drastis. Dari riang-gembira ke duka. Dari bahagia ke gundah-gulana. Berhari-hari pula. Terutama setiap kali penumpang kapal pesiar ini mendengar suara sirine ambulans.

Dukungan Hastag

Oleh: Dahlan Iskan Kemarin pecah rekor lagi: yang sembuh dari virus corona mencapai 599 orang. Dalam sehari. Tapi yang meninggal memang juga masih bertambah 89 orang. Penambahan

Robek Trump

Oleh: Dahlan Iskan Virus Wuhan membuat saya hampir ‘lupa permanen’ menulis perkembangan terbaru di Amerika. Bahkan lupa juga bahwa besok adalah ulang tahun ke-2 Disway. Begitu ingat

Bendera Oranye

Oleh : Dahlan Iskan Singapura menaikkan bendera oranye. Kemarin. Pertanda wabah virus Wuhan sudah mengancam negara tetangga itu dengan serius. Di Tiongkok sendiri kemarin mencatat rekor: yang

Level Lima

Oleh : Dahlan Iskan Di level berapa tingkat ketakutan Anda pada virus Corona dari Wuhan? Itulah pertanyaan saya kepada tiga orang teman saya di tiga kota di

Kiai Migas

Dari Lombok saya langsung ke Tebu Ireng, Jombang. Kemarin. Itu sudah hari ketiga sejak KH Salahuddin Wahid meninggal dunia di Jakarta. Di gerbang pondok pesantren itu saya disambut

Dalam Lift

Oleh : Dahlan Iskan Akhirnya ada dua orang di luar Tiongkok yang meninggal karena virus Wuhan. Satu di Filipina, satunya lagi di Hongkong. Dua-duanya asal Tiongkok. Dua-duanya

Gus Setelah Gus

Oleh : Dahlan Iskan Sudah lebih dua tahun Gus Sholah terus memikirkan ini: siapa yang akan menggantikannya. Sebagai Kyai Tebu Ireng. Juga sebagai ‘CEO’ pondok pesantren ‘bintang

Nendang Kenangan

Saya suka sekali pada cara anak muda ini menentukan harga dagangannya. Logikanya begitu baik. Nama anak muda ini: Edward Tirtanata. Dagangannya: kopi. Merknya: Kopi Kenangan. Harga pergelasnya:

RS Kilat

Besok pagi, tanggal 3 Februari, rumah sakit yang baru mulai dibangun seminggu lalu itu sudah bisa dioperasikan. Luasnya 2,5 hektar. Berkapasitas 1.300 tempat tidur. Satunya lagi, 25

Julinten Edan

Oleh : Dahlan Iskan Edan. Julinten tidak terlalu takut berada di sekitar Wuhan. Wali Kota Wuhan sendiri pilih mengundurkan diri. Kini sorotan pindah ke Wali Kota Xianning,

Mengejar SARS

Oleh : Dahlan Iskan Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu.

Pin Nadiem

Oleh : Dahlan Iskan Isu besar dalam negeri ini sayang terpaksa kalah dengan berita virus Wuhan. Soal Kampus Merdeka itu. Gagasan Mendikbud Nadiem Makarim itu. Itulah gagasan

Lomba Cepat

Oleh : Dahlan Iskan Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan –ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: