Tahi Napoleon

Oleh : Dahlan Iskan ADA grup WA bernama –dalam bahasa Jawa– Santrine Gus Dur: muridnya Gus Dur. Saya ada di dalamnya. Saya pernah beberapa tahun menjadi direktur

Permen Atap

Oleh : Dahlan Iskan MASA depan itu berjalan tertatih-tatih: listrik tenaga surya. Pelaku masa depan itu belum bisa lari. Mereka masih menunggu insentif dari mana pun datangnya.

PHP Milley

Oleh : Dahlan Iskan MUNGKIN ini PHP lagi. Atau bukan. Sang wanita sudah ditahan tiga tahun –Desember nanti. Proses pengadilannyi pun sudah selesai: pertengahan Agustus lalu. Hakim

Benci Sayang

Oleh: Dahlan Iskan KASIH sayang itu jiwa asli manusia yang dibawa sejak lahir. Kebencian itu datang akibat pendidikan dan lingkungan. Itu bukan kata-kata ciptaan saya. Itu saya gubah

Bulan Madu

Oleh: Dahlan Iskan TALIBAN pun manusia. Maksud saya: isi kepalanya berbeda-beda. Sebenarnya –ibarat manusia yang lagi jadi pengantin–  pemerintahan Taliban ini masih dalam masa berbulan madu. Belum

Anti Lompat

Oleh: Dahlan Iskan Sapi bergaris Lebah Anita berkerumun Siapa bilang Lebih hebat dari kita ITU masih tentang Malaysia. Yang ternyata kini bisa mempesona dengan Indonesia. Mereka sekarang, ehm

Musik Wiski

Oleh : Dahlan Iskan PUN di negara yang sangat miskin. Selalu ada saja orang yang super kaya. Termasuk di Afghanistan. Yang begitu miskin. Yang pendapatan per kapitanya

Pasangan Muda

Oleh: Dahlan Iskan MENTERI Perdagangan menyebutnya sebagai harta karun. Nilainya Rp 500 triliun. Sang menteri, Muhammad Lutfi, berkomitmen menggalinya. Tentu akan berhasil. Pada saatnya nanti. Bila memang

Bendera Pemberani

Oleh: Dahlan Iskan KETIKA anak-anak muda di Kabul memprotes apa pun, mereka tampaknya terus mengibarkan bendera tiga warna: hitam putih hijau. Itulah bendera nasional yang dibuat pada

Pertamina Sub-sub

Oleh: Dahlan Iskan PERTAMINA memasuki babak baru: benar-benar hanya jadi holding. Semua yang berbau operasional sepenuhnya diserahkan ke sub-sub-holding. Itulah keputusan terbaru Menteri BUMN Erick Thohir. Yang mulai berlaku Jumat

Tanpa Hiburan

Oleh : Dahlan Iskan SAYA titip pertanyaan ini kepada Si Cantik dokter ahli kandungan di Palembang itu. “Apakah Heryanti sudah minta maaf kepada Irjen Pol Eko Indra

Hiburan Ummi

Oleh : Dahlan Iskan KECENDERUNGAN ”menjelekkan negeri sendiri” ada di mana-mana. Orang Indonesia sering terdengar mengatakan ”kita kok tidak seperti Malaysia”. Atau Vietnam. Atau Tiongkok. Atau Amerika. Sesekali

Satgas Rp 100 T

Oleh: Dahlan Iskan SEBENARNYA hebat sekali berita ini: pemerintah sedang menagih uang besar. Piutang lama. Lebih dari Rp 100 triliun. Saya harus memuji: ternyata pemerintah jeli. Ada

Poros 70 Persen

Oleh: Dahlan Iskan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi foto bersama saat Dahlan Iskan menjalani vaksinasi, Sabtu (4/9). SAYA vaksinasi Sinovac kemarin pagi. Kali kedua. Saya harus kompak:

Misteri 2.0

Oleh: Dahlan Iskan KABAR baik dulu: tim nasional olahraga kriket Afghanistan diizinkan bertanding ke Australia. November nanti. Tim Junior itu juga diizinkan melawat ke Uni Emirat Arab.

Timur Ramah

Oleh : Dahlan Iskan PENTINGKAH penemuan teknologi STAL oleh Widodo Sucipto di bidang pengolahan nikel itu? Kok sampai ditulis 4 seri di Disway? Hampir mengalahkan VakNus dan —ini

Timur Musk

Oleh : Dahlan Iskan ELON MUSK harus mendengar ini. Tujuh tahun lamanya Widodo Sucipto memikirkan teknologi baru pengolahan nikel. Akhirnya berhasil (baca Disway: Timur Terang). Dengan demikian tidak akan

Timur Terang

Oleh: Dahlan Iskan KUBURAN uang itu akan bangkit dari dalam tanah nikel. Anak bangsa baru saja menemukan teknologinya. Saya kenal baik anak itu –kini berumur 55 tahun.

Otong Kace

Oleh : Dahlan Iskan “Selamat ya. Anda wartawan pertama yang menemukan identitas lengkap siapa Muhammad Kace,” tulis saya kepada Deni Mithun kemarin. Saya juga memuji pimpinan harian

Miris Ngeri

Oleh: Dahlan Iskan Awalnya saya tidak tertarik mengikuti berita H. Muhammad Kace ini. Apa manfaatnya. Tapi begitu ia ditangkap polisi barulah saya ingin tahu: mengapa? Oh… klasik:

Palu Wahyu

Oleh : Dahlan Iskan REKAMAN podcast di Karni Ilyas Club baru saja selesai. Kemarin sore. Untuk tayang nanti malam. Saya memang lagi di Jakarta. Pagi-pagi saya ke

Wanita Niqab

Oleh: Dahlan Iskan ADA tiga pakaian wanita di Afghanistan: burqa, niqab, dan hijab (Lihat foto). “Ibu Anda pakai yang mana?” tanya saya kepada Abdul Wali. “Pakai yang

Laut Jaya

Oleh : Dahlan Iskan DUA hari penuh saya mencari info: di mana masih ada pabrik kontainer di Indonesia. Siapa tahu mereka bisa ikut mengatasi krisis kontainer sekarang ini.

Ran Tan Tan

Oleh : Dahlan Iskan SETIAP kali ke Hangzhou saya hampir selalu makan malam dengan wanita ini: tidak perlu saya sebutkan namanyi. Ia bisa setahun tiga kali ke

Krisis Tertinggi

Oleh: Dahlan Iskan SEKARANG ini terjadi krisis kontainer. Belum pernah separah ini. Maka tidak hanya rakyat kecil yang punya persoalan. Para pengusaha besar juga menjerit –dalam hati.

Palu Paku

Oleh: Dahlan Iskan “Orang yang memiliki palu akan menganggap orang lain hanya seperti paku”. Itulah Amerika. Yang merasa paling kuat sedunia. Yang bisa menghancurkan siapa saja dengan

Organisasi Buzzer

Oleh: Dahlan Iskan Apakah buzzer itu ada? Ada. Siapa mereka? Sudah diketahui. Itulah hasil penelitian serius yang berlangsung sejak tahun lalu. Yang hasil permulaannya segera terbit di Insight Indonesia. Penelitian

Chaguan Afghan

Oleh: Dahlan Iskan SEBENARNYA saya ingin berhenti dulu menulis tentang Afghanistan. Tunggu perkembangan yang jelas dulu. Tapi, kemarin, saya mendapat nomor kontak Agustinus Wibowo. Yang sudah menjelajah Afghanistan

Afghan 2.0

Oleh : Dahlan Iskan SAYA tidak percaya ini: masak sih tidak ada satu pun mahasiswa yang tertarik mendalami soal Afghanistan. Padahal begitu banyak mahasiswa di universitas Islam di

Hitung Emir

Oleh : Dahlan Iskan Gadis-gadis di Afghanistan yang sudah waktunya sekolah sudah diminta kembali bersekolah. Di zaman Taliban lama mereka dilarang sekolah . (Foto: AFP) BEGITU takut

No More Posts Available.

No more pages to load.