Bajaj menuju Kuil Hanoman ini pun bergambar Hanoman –di kaca depannya. “Di rumah, Anda punya berapa dewa?” tanya saya pada sopir Bajaj itu. Ia orang asli kota

Oleh : Dahlan Iskan Akan berulang –salut untuk Eric Thohir. Kalau info ini benar. Lagi, salah satu mantan menteri akan jadi Dirut BUMN. Ignasius Jonan atau Susi Pujiastuti.

Akan berulang –salut untuk Eric Thohir. Kalau info ini benar. Lagi, salah satu mantan menteri akan jadi Dirut BUMN. Ignatius Jonan atau Susi Pujiastuti. Untuk Garuda Ari

Oleh : Dahlan Iskan Saya berdoa keras. Agar program Omnibus Law sukses. Agar Presiden Jokowi tidak hanya dikenang di bidang jalan tol –yang memang hebat itu. Itulah konsolidasi terbesar

ITU jam 05.00 pagi. Di luar masih gelap. Dari kamar hotel terdengar alunan suara dari pengeras suara. Saya sudah bangun satu jam sebelumnya. Jangan sampai telat: ikut

Kasihan kita ini. Baru satu orang ini yang benar-benar telah jadi donor mata di Jatim: Iwan Santoso. Ia orang Malang. Meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal. Jumat lalu.

Oleh : Dahlan Iskan Dari India saya langsung ke Batu, Malang. Harusnya lima tahun lalu saya ke situ. Tapi baru hari Minggu kemarin terkabul. “Pak Dahlan, akhirnya

KALAU saja Islam mengakui Guru Nanak itu muslim. Kalau saja Hindu mengakui Guru Nanak itu Hindu. Mungkin tidak akan ada agama Sikh. Memang ketika meninggal pada 1539,

Oleh : Dahlan Iskan Beduk dipukul bertalu-talu. Tepat jam 5 pagi. Cuaca masih gelap di Kota Amritsar, negara bagian Punjab, India Seperti di kampung saya, tabuhan beduk

Saya terkecoh. Salah sangka.   Awalnya saya terheran-heran. Begitu banyak masjid di Punjab, India ini. Terlihat dari menara-menara tingginya. Dan kubah-kubahnya. Seperti lagi mengendarai mobil di Lombok saja.

Apakah Indonesia tetap perlu punya pabrik baja? Atau tidak? Bagaimana kalau pabrik bajanya rugi terus? Biasa. Jual-tidak-jual-tidak. Selalu banyak teori. Dua di antaranya saling bertolak belakang. Pihak

Sudah tiga tahun saya tidak menghadiri pesta perkawinan besar. Sudah lupa pula kapan terakhir mengenakan dress code tuksedo dan black tie. “Kali ini jangan sampai tidak hadir,” pesan tuan rumah

Aktivis pemuda ini sekarang tanam bawang. Dari rapat ke rapat pindah ke cangkul-mencangkul. Dari kantor pusat di Jakarta ke atas gunung di pedalaman Malang Selatan. Ia aktivis yang

BEGITU  mendarat di Sri Lanka saya ingat Buddha. Saya pernah dua kali dianggap Buddha dan Buddhis. Buddha telah membuat saya lancar masuk ke Sri Lanka. Antrian visa

“SELAMAT ya, dapat presiden baru,” kata saya. “Belum tahu apakah lebih baik,” jawabnya. Itulah kalimat pertama yang saya ucapkan begitu keluar bandara Colombo, Sri Lanka. Sabtu kemarin.

BTP harus bertemu Anies. Ups, salah. Anies harus bertemu BTP. Ups, salah juga. Gak tahulah. Pokoknya dua orang itu harus bertemu. Untuk meredakan ketegangan. Terutama di antara

Oleh : Dahlan Iskan Caleg muda pun banyak terpilih. Pun yang foto kampanyenya hanya pakai kaus suporter sepak bola. Mengalahkan yang lebih tua. Yang fotonya pakai jas

Oleh : Dahlan Iskan Ups, ada calon baru lagi. Untuk Direktur Utama PLN yang lama kosong: Sinthya Roesly. Mana yang lebih bagus? Rudiantara atau Sinthya? Saya harus

UPS, saya ke Banyuwangi lagi. Sudah banyak yang baru lagi. Bahkan sudah ada kafe yang terbesar di Indonesia –1,5 hektare. Saya diminta menghadiri peresmiannya: Sabtu sore lalu.

Oleh : Dahlan Iskan Inilah wanita paling bahagia saat ini: Maulina. Putri seorang jendral bintang tiga. Ibu seorang anak kecil. Pengusaha tas wanita. Yang membuatnyi sangat happy

Oleh Dahlan Iskan ”Hongkong itu mestinya sudah lenyap dalam 14 menit. Saya lah yang membuat Hongkong tidak jadi lenyap”. Siapakah manusia yang begitu tremendous hebatnya itu? Saya

Oleh: Dahlan Iskan Setelah menikah Khasbi Fakih langsung mendirikan Nikah Institute. Bersama istrinya: Nurul Hidayati. Caranya pun sangat sederhana –untuk ukuran era digital. Hanya dengan senjata WhatsApp

MASIHKAH ada harapan untuk Krakatau Steel? Tidak mudah. Tapi masih ada anak usaha KS yang labanya besar: pelabuhannya masih bisa laba Rp 200 miliar setahun. Pelabuhan itu

Oleh : Dahlan Iskan Saya kecewa –campur bangga. Saat membaca komentar-komentar di DI’s Way Selasa (18/11). Mengapa Anda, Xiao Mao, membocorkan rencana rahasia saya. Dengan tepat pula.

Oleh: Dahlan Iskan Teka-teki skenario akhir demo di Hongkong terjawab. Minggu malam lalu. Malam itu kelompok radikal kembali ke markas mereka: di The Hong Kong Polytechnic University.

Oleh : Dahlan Iskan Rencana saya ini ditentang tuan rumah. “Untuk apa naik kereta api 54 jam. Naik pesawat saja, 3,5 jam,” ujar mereka. Saya sudah lama

PERTUNJUKAN belum berjalan separonya. Wanita di sebelah saya ini menyodorkan tisu. Rupanya dia tahu saya mengusap air mata. Padahal saya sudah berusaha serahasia mungkin. Saya jatuh terharu

KIAN sedikit. Kian brutal. Itulah demo di Hongkong. Yang hari ini memasuki bulan keenam. Awal minggu lalu demonstran menguasai terowongan vital. Terowongan bawah laut. Yang menghubungkan Hongkong